🛢️🇺🇸 Trump Menargetkan Raksasa Minyak karena Laba Rekor
📌 Sorotan Utama
🗽 Presiden Donald Trump mengkritik ExxonMobil dan Chevron setelah dua perusahaan minyak itu menghasilkan gabungan laba sebesar $26,5 miliar pada kuartal II.
⛽ Trump mendesak kedua perusahaan untuk menurunkan harga bahan bakar, dengan alasan konsumen harus menikmati penghasilan besar mereka.
📈 Harga bensin AS naik lebih dari 30% sejak konflik Iran meningkat, sehingga menambah tekanan pada rumah tangga.
💰 Laba Bersejarah
🏆 ExxonMobil membukukan laba kuartal II sebesar $14,5 miliar, lebih dari dua kali lipat dibanding tahun lalu.
🚀 Chevron mencatat $12,1 miliar, hampir lima kali lebih tinggi dibanding kuartal yang sama pada 2025.
💵 Harga minyak mentah yang lebih tinggi dan margin penyulingan yang lebih kuat mendorong lonjakan laba meski biaya operasional meningkat.
🌍 Konflik Iran Mendorong Harga Energi
⚠️ Perang Iran yang masih berlangsung mengganggu jalur pasokan minyak global, terutama melalui Selat Hormuz, koridor pelayaran penting untuk minyak dan LNG.
📊 Kekhawatiran pasokan mendorong harga minyak mentah melonjak tajam, yang kemudian menyebabkan harga bensin meningkat di seluruh Amerika Serikat.
🗣️ Pesan Trump
📢 Trump mengatakan perusahaan minyak itu menghasilkan "uang terlalu banyak" dari kekurangan pasokan dan meminta mereka mengembalikan sebagian keuntungan itu dengan menurunkan harga di pompa.
🏛️ Namun, pemerintah AS tidak memiliki kewenangan langsung untuk mengendalikan harga bensin eceran.
📉 Harga Minyak Mulai Longgar
🛢️ Harga minyak kemudian turun setelah Trump mengumumkan penundaan serangan militer yang direncanakan terhadap Iran dan menyarankan pembicaraan diplomatik dapat membantu membuka kembali Selat Hormuz.
📉 Turunnya harga minyak mentah juga menyeret harga berjangka bensin lebih rendah karena pasar mengantisipasi membaiknya kondisi pasokan global.
🔖
#TrumpNews #ExxonMobil #Chevron #OilMarket