⚡ Ekonomi tumbuh, kebutuhan listrik ikut melonjak!
Data menunjukkan korelasi kuat (R² = 0,8) antara GDP per kapita dan konsumsi listrik. Seiring berkembangnya AI dan data center, energi akan menjadi salah satu kunci pertumbuhan ekonomi digital.
The Fed mulai kembali menyuntikkan likuiditas ke pasar.
Neraca The Fed menunjukkan perubahan dari QT menuju QE. Namun, laju ekspansi likuiditas mulai melambat, sehingga dorongan terhadap aset berisiko seperti saham dan crypto masih terbatas.
Likuiditas meningkat, tetapi apakah cukup untuk memicu bullish market?
Core CPI mulai dingin, tapi kenapa The Fed masih hawkish?
Grafik menunjukkan momentum Core CPI AS melandai, dengan laju 3 bulan terakhir jika disetahunkan mendekati 2%. Namun, ini belum berarti target inflasi The Fed sudah tercapai, karena acuan resminya adalah PCE, bukan CPI.
Risalah rapat September menunjukkan The Fed masih mengkhawatirkan tekanan inflasi, termasuk dari harga energi. Konflik Iran dan gangguan pasokan minyak di Selat Hormuz menjadi salah satu risiko yang bisa membuat suku bunga tetap tinggi atau kembali naik.
Bagi trader kripto, perkembangan kesepakatan Iran, harga minyak, dan data PCE menjadi faktor penting untuk dipantau. Jika tekanan energi mereda, sentimen risk-on berpotensi membaik, meski bukan jaminan Bitcoin langsung reli.
Follow Menjadi Trader untuk update market lainnya.
Pasar mulai antisipasi kenaikan suku bunga The Fed lagi?
Per 24 September 2026, selisih suku bunga efektif The Fed dan yield obligasi AS tenor 2 tahun mencapai -0,93 poin persentase atau -93 bps. Ini berarti yield 2 tahun berada lebih tinggi dibanding suku bunga efektif The Fed.
Spread negatif tersebut mengindikasikan pasar obligasi mulai memperhitungkan suku bunga yang lebih tinggi ke depan. Namun, kondisi ini bukan jaminan The Fed akan kembali melakukan rate hike.
Bagi trader crypto, ekspektasi suku bunga tinggi berpotensi menekan likuiditas dan sentimen aset berisiko seperti Bitcoin. Pergerakan yield AS dan data inflasi menjadi indikator penting untuk dipantau.
Follow Menjadi Trader untuk update market lainnya.
$NEAR mulai menunjukkan momentum bullish dengan potensi breakout menuju area $9. Weekly candle kuat dan stochastic crossing up ikut mendukung skenario kenaikan.
Compression antara descending trendline dan support $0.155–$0.165 membuat pergerakan selanjutnya semakin menarik. Breakout bisa membuka peluang menuju $0.18–$0.20, sementara breakdown support berisiko melanjutkan tren bearish.
Bitcoin kembali menunjukkan momentum bullish setelah area $82K berhasil bertahan. Secara price action, potensi pergerakan menuju area $92K masih terbuka. Tetap waspada terhadap shake out dan penggunaan leverage berlebih.
Guys, sampai besok pagi sekitar 07.00 WIB kemungkinan market masih bakal volatile karena lagi menentukan posisi closing.
Kalaupun nanti berhasil close di atas $82.600, jangan langsung expect harga bakal lanjut terbang tanpa koreksi.
Setelah breakout dan confirmation, retrace itu hal yang wajar. Market sering balik ngetes area breakout dulu sebelum menentukan pergerakan selanjutnya.
Jadi kalau tiba-tiba ada pullback, belum tentu berarti setup-nya gagal.
Skenarionya bisa berubah kalau muncul sentimen baru yang cukup kuat buat kasih booster tambahan ke market.
Intinya: jangan FOMO cuma karena lihat breakout. $BTC