#iranblocksstraitofhormuz DECODE KONFLIK PENILAIAN KHUSUS
STRATEGI DUA SELAT IRAN
Teheran sedang berupaya sesuatu yang lebih berpengaruh daripada sekadar putaran lain
perang proksi. Iran sedang membangun kemampuan untuk menekan pelayaran global
di kedua ujung kawasan
Timur Tengah.
Iran dapat mengancam Selat Hormuz secara langsung.
Melalui kelompok Houthi, Iran dapat menempatkan Bab el Mandeb dan pintu masuk selatan menuju rute Suez di bawah tekanan secara tidak langsung.
Inilah gambaran strategis yang kurang dikaji.
Kemajuan Houthi menuju Bab el Mandeb bukan sekadar perkembangan lain
dalam perang saudara Yaman. Pengendalian pelabuhan, pulau, dan wilayah pesisir
memperluas kemampuan mereka untuk memantau pelayaran, meluncurkan rudal dan drone,
menebar ranjau laut, serta mengancam kapal yang memasuki Laut Merah.
Tujuannya tidak mengharuskan secara fisik menutup jalur perairan.
Iran dan Houthi hanya perlu membuat pelayaran menjadi cukup berbahaya sehingga
penanggung asuransi menaikkan premi, perusahaan pelayaran mengalihkan rute mengitari Afrika, dan konsumen Eropa menanggung biaya tambahan.
Itu adalah pemaksaan melalui risiko komersial.
Houthi tetap mempertahankan kepemimpinan dan tujuan politik mereka sendiri.
Mereka tidak seharusnya digambarkan sebagai prajurit Iran yang dikendalikan dari jauh.
Namun, kemampuan rudal, drone, dan maritim mereka yang semakin canggih tidak dikembangkan secara terpisah.
Teknologi, pelatihan, komponen, dan bantuan operasional Iran telah membantu mengubah sebuah gerakan bersenjata di Yaman menjadi ancaman maritim regional.
Teheran memperoleh daya ungkit strategis sambil menghindari tanggung jawab penuh.
Eropa sangat rentan. Rute Suez biasanya menghubungkan pasar Eropa dengan manufaktur Asia, pasokan energi Teluk, dan komoditas kritis.
Ketika kapal dialihkan mengitari Tanjung Harapan,
waktu pengiriman menjadi lebih lama, biaya kargo meningkat, dan rantai pasok Eropa menjadi kurang kompetitif.
$PUMP $INTW $ARK