$ZEC Anjing yang ini memang benar-benar tidak memberi jalan hidup sama sekali. Tadi ada postingan yang dulu, isinya macam-macam argumen. Saya harus ke mana sekarang?
Argumen 1: Kenapa masuknya begitu rendah dari ketinggian? Saya: Sekarang sudah naik ke posisi ini. Kalau ternyata tidak naik dan malah turun, itu apa bukan “terlambat baru nyalahin”? Argumen 2: Kenapa tidak cut loss? Saya: Saya trading dari dulu tidak pernah cut loss. Entah ambil profit atau kena likuidasi. Karena ukuran posisi saya kecil. Kalau kena ekstrem sampai likuidasi, ya itu memang salah saya sendiri. Argumen 3: Gelombang ini bakal sampai 2000/3000/5000. Saya: Kamu sekuat itu yakin masih nggak ikut masuk? Berapa U pun posisi yang kamu berani buka saja kamu nggak berani—kamu teriak “anjing…”. Waktu ZEC sampai 300, kamu tidak masuk pakai jual rumah atau jual mobil (dengan syarat pemilik rumah setuju). Kalau kamu lihat begitu tepat dan paham tren… Argumen 4: Kak, bertahan ya, akhirnya tinggal satu tarikan terakhir. Saya: Ini kemungkinan besar semua saling menguatkan karena posisi short mereka ke-lock.
Kesimpulannya, trading itu—nggak peduli kamu long atau short—pada dasarnya saat membuka posisi itu either sedang profit mengambang atau loss mengambang. Mana ada “meramal dari awal”. Semua itu kan cuma hindsight. Kalau sudah keluar/berhasil, lalu kasih arahan ke orang lain kenapa nggak long atau nggak short, boleh beda pendapat untuk didiskusikan, tapi jangan menertawakan siapa pun. Apa orang itu memang nggak secerdas kamu? Walau pun mereka salah, itu tetap mereka bayar dengan pemahaman mereka sendiri.
Yang ini, pokoknya saat ini tidak berencana cut. Karena posisi saya kecil, tahan dulu. Nanti kalau tambah 100 ribu U lagi, belum tahu sampai berapa harga yang bisa jadi titik likuidasi. Saat ini saya ngunci 10% di 1100. Mereka yang bilang “pasti meledak/likuidasi”, perasaan mereka terlalu kuat—karena yang mereka punya cuma beberapa U itu. Saya beda, saya masih punya amunisi yang bisa dipakai terus-menerus. Itulah bedanya dengan kaum “budak/kecebong”. Saya tetap percaya: kalau naik terlalu banyak akan turun, kalau turun terlalu banyak akan naik—hukum yang paling klasik dan tidak pernah berubah. Pengatur-an/anjing besar itu apa pun, setelah dipompa setinggi apa pun, ujungnya tetap buat distribusi (ambil untung). Konsensus soal BTC sudah setinggi itu—kalau yang beda, misalnya dari 110 ribu jatuh ke 60 ribu, masa sih dianggap kalau sesuatu yang langka harusnya dari dulu sudah naik sampai langit berbintang? Apalagi ini koin privasi yang tidak pernah kelihatan di balik layar.