Setelah video analisis tentang Bitcoin, ini adalah yang saya bahas bersama salah satu pengikut tersayang, dan saya ingin membahasnya dengan kalian semua.
Yang perlu kalian pahami: di dalam chart ada dasar yang menjadi penyebab setiap kenaikan dan penurunan. Di balik setiap penurunan ada kenaikan.
Harga Bitcoin tidak akan naik secara tiba-tiba sebelum terjadi penurunan ke level support, yang juga dikenal sebagai area permintaan (Demand Zone). Setelah itu, harga kembali mengalami kenaikan.
Adapun area reversal dan volatilitas yang kalian lihat—bahwa harga turun ke delapan puluh tujuh (??) lalu naik ke delapan puluh (??). Gerakan ini disebut:
(Bullish Order Block)
Dan dana-dana cerdas selalu melakukannya saat terjadi rebound kecil. Dalam fase naik, istilahnya adalah area likuiditas, dan itu bukan jaminan/konfirmasi arah tren naik Bitcoin.
Sebagai contoh, mari kita lihat siklus chart Bitcoin dari tahun 2013.
Kalau kita perhatikan:
2013 → 2015: Setelah kenaikan besar tahun 2013, harga kembali turun ke area yang jauh lebih rendah sebelum terbentuknya dasar siklus.
2017 → 2018: Setelah mencapai sekitar 19.783$, Bitcoin kemudian turun ke sekitar 3.300$.
2021 → 2022: Setelah puncak sekitar 69 ribu$, harga kembali ke area 17–25 ribu$ selama pasar bearish.
2024–2025 → 2026: Terjadi juga koreksi yang dalam setelah kenaikan ke puncak-puncak baru.
Kesimpulan: 6 kali return besar yang hampir pasti sesuai definisi ini, bukan setiap sentuhan kecil di chart.
Karena itu, aku tegaskan kepada kalian, saudaraku tersayang: kita harus kembali ke diamond zone, atau minimal turun ke area support agar kita bisa melanjutkan pergerakan sekali lagi.
#BTC
Semoga bermanfaat, bersama kalian adikmu LORD-CRYPTO
#xrp #BTC走势分析 $XRP $BTC