Koin 1 dolar bergambar potret resmi Donald Trump mulai beredar

Biro Percetakan dan Pencetakan Uang AS (US Mint) mengumumkan pada hari Rabu, untuk memperingati peringatan 250 tahun berdirinya Amerika Serikat, koin 1 dolar bergambar potret Donald Trump telah mulai dijual dan diedarkan, sekaligus memutus tradisi bahwa sejak tahun 1866, uang AS tidak menampilkan potret tokoh yang masih hidup.

Koin 1 dolar edisi baru bagian depan bertuliskan "LIBERTY" dan "IN GOD WE TRUST", sedangkan bagian belakang menggunakan desain lambang kepresidenan, dengan angka "250" tertera pada perisai untuk memperingati 250 tahun berdirinya negara.

Faktanya, koin-koin hasil cetakan baru ini telah diperlihatkan pada awal pekan ini selama KTT G20 di Carolina Utara, ketika staf Departemen Keuangan AS memperkenalkan dan membagikan koin baru tersebut kepada rekan-rekan dari luar negeri.

Menelusuri latar belakang sistem pencetakan uang: pada tahun 1864, potret seorang pejabat Departemen Keuangan dicetak pada uang kertas pecahan 5 sen, yang memicu ketidakpuasan publik yang kuat. Akibatnya, pada tahun 1866, Kongres mengesahkan undang-undang yang melarang potret tokoh yang masih hidup muncul pada "mata uang, obligasi, atau sekuritas".

Memasuki tahun 2020, Trump menandatangani sebuah rancangan undang-undang bipartisan yang mengizinkan Departemen Keuangan untuk menerbitkan koin 1 dolar yang bernilai peringatan 250 tahun berdirinya negara pada tahun 2026. Penerbitan kali ini menjadi implementasi dari klausul undang-undang tersebut.

Nanti, mulai dari penamaan gedung terkait Kennedy Center, spanduk bangunan pemerintah federal, paspor, hingga kartu akses taman nasional, dan juga "kartu emas" bernilai satu juta dolar yang diluncurkan tahun lalu, nama dan potret Trump telah meresap ke berbagai wadah resmi di Amerika.

Perlu diperhatikan, Trump juga mengusulkan penerbitan uang kertas bernilai 250 dolar yang memuat potret dirinya. Hal ini akan menjadikannya sebagai tokoh yang masih hidup pertama yang muncul pada uang kertas AS dalam beberapa abad terakhir.

Namun, langkah tersebut juga memicu kontroversi politik yang cukup besar. Bertepatan dengan menjelang pemilihan paruh waktu AS, anggota parlemen dari Partai Demokrat memanfaatkan momentum ini untuk secara terbuka mengkritik ketidakseimbangan fokus kebijakan pemerintahan saat ini.

Senator Demokrat Elizabeth Warren secara gamblang menyatakan, saat ini masyarakat Amerika sulit menanggung pengeluaran dasar seperti makanan, perumahan, dan biaya layanan kesehatan, sementara Trump terus mencetak potret pribadi pada berbagai media publik.

Kesimpulannya, dari larangan Kongres pada tahun 1866 untuk menggunakan potret tokoh yang masih hidup pada mata uang, hingga tradisi tersebut kini dipecahkan, menunjukkan bahwa tarik-menarik antara kultus individu dan tradisi demokrasi dalam budaya politik Amerika sedang memasuki pola pembagian kekuasaan yang benar-benar baru.

#美国建国250周年纪念币