CFTC meminta agar gugatan CME terkait kontrak perpetual ditolak, menuduhnya “melebih-lebihkan” dan tidak memiliki kedudukan untuk menggugat
3 September, menurut pengungkapan CEO Policy Center Hyperliquid, Jake Chervinsky, Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas AS (CFTC) telah mengajukan mosi ke pengadilan untuk meminta agar gugatan yang diajukan Chicago Mercantile Exchange (CME) terkait kontrak perpetual ditolak.
Dalam mosi tersebut, CFTC menyatakan bahwa gugatan ini pada dasarnya adalah “melebih-lebihkan”, dan CME tidak memiliki kedudukan hukum untuk menggugat, dengan alasan bahwa CME sendiri juga mampu menyediakan kontrak perpetual. Oleh karena itu, klaim “kerugian” yang disebut-sebut CME pada faktanya merupakan akibat dari tindakan sendiri.
Pemicu gugatan ini berasal dari perintah kebijakan yang dikeluarkan CFTC sebelumnya, yang memberi otorisasi kepada bursa untuk menerbitkan “kontrak berjangka perpetual” berbasis aset digital seperti BTC, serta sebuah pernyataan kebijakan umum terkait kontrak berjangka perpetual.
CME menggugat lembaga pengawas tersebut, tetapi gugatan tidak mempertanyakan kewenangan hukum CFTC untuk menyetujui pencatatan kontrak semacam itu. Adapun fokus perselisihan terletak pada klasifikasi produk: CME bersikeras bahwa kontrak semacam ini harus dikategorikan sebagai produk swap, bukan sebagai produk berjangka.
Namun, CFTC menegaskan bahwa perintah dan pernyataan kebijakan yang relevan sudah jelas. Semua bursa yang terdaftar di CFTC memiliki hak untuk mencantumkan kontrak berjangka perpetual aset digital, dan CME tidak dapat membuktikan bahwa dirinya tidak memenuhi syarat untuk meluncurkan kontrak berjangka sejenis.
Yang lebih penting, CFTC juga menyatakan bahwa CME tidak memiliki kedudukan untuk menggugat karena CME tidak membuat klaim yang masuk akal mengenai apakah dirinya akan terpengaruh oleh perintah tersebut.
Secara spesifik, CFTC mengutip informasi publik sebagai dasar bahwa CME pernah menyatakan kepada publik bahwa kliennya tidak memiliki kebutuhan perdagangan berjangka, dan volume transaksi kontrak perpetual di platformnya masih terus bertumbuh. Dengan demikian, CME tidak mengalami kerugian yang benar-benar dapat dibuktikan.
Komisi berpandangan bahwa dalam gugatannya, CME mengajukan argumen bahwa “kontrak perpetual adalah kontrak berjangka” itu sendiri sudah mengandung kesalahan hukum, dan gugatan tidak memiliki dasar hukum dan dukungan faktual yang substansial, sehingga harus ditolak.
#CME诉CFTC
3 September, menurut pengungkapan CEO Policy Center Hyperliquid, Jake Chervinsky, Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas AS (CFTC) telah mengajukan mosi ke pengadilan untuk meminta agar gugatan yang diajukan Chicago Mercantile Exchange (CME) terkait kontrak perpetual ditolak.
Dalam mosi tersebut, CFTC menyatakan bahwa gugatan ini pada dasarnya adalah “melebih-lebihkan”, dan CME tidak memiliki kedudukan hukum untuk menggugat, dengan alasan bahwa CME sendiri juga mampu menyediakan kontrak perpetual. Oleh karena itu, klaim “kerugian” yang disebut-sebut CME pada faktanya merupakan akibat dari tindakan sendiri.
Pemicu gugatan ini berasal dari perintah kebijakan yang dikeluarkan CFTC sebelumnya, yang memberi otorisasi kepada bursa untuk menerbitkan “kontrak berjangka perpetual” berbasis aset digital seperti BTC, serta sebuah pernyataan kebijakan umum terkait kontrak berjangka perpetual.
CME menggugat lembaga pengawas tersebut, tetapi gugatan tidak mempertanyakan kewenangan hukum CFTC untuk menyetujui pencatatan kontrak semacam itu. Adapun fokus perselisihan terletak pada klasifikasi produk: CME bersikeras bahwa kontrak semacam ini harus dikategorikan sebagai produk swap, bukan sebagai produk berjangka.
Namun, CFTC menegaskan bahwa perintah dan pernyataan kebijakan yang relevan sudah jelas. Semua bursa yang terdaftar di CFTC memiliki hak untuk mencantumkan kontrak berjangka perpetual aset digital, dan CME tidak dapat membuktikan bahwa dirinya tidak memenuhi syarat untuk meluncurkan kontrak berjangka sejenis.
Yang lebih penting, CFTC juga menyatakan bahwa CME tidak memiliki kedudukan untuk menggugat karena CME tidak membuat klaim yang masuk akal mengenai apakah dirinya akan terpengaruh oleh perintah tersebut.
Secara spesifik, CFTC mengutip informasi publik sebagai dasar bahwa CME pernah menyatakan kepada publik bahwa kliennya tidak memiliki kebutuhan perdagangan berjangka, dan volume transaksi kontrak perpetual di platformnya masih terus bertumbuh. Dengan demikian, CME tidak mengalami kerugian yang benar-benar dapat dibuktikan.
Komisi berpandangan bahwa dalam gugatannya, CME mengajukan argumen bahwa “kontrak perpetual adalah kontrak berjangka” itu sendiri sudah mengandung kesalahan hukum, dan gugatan tidak memiliki dasar hukum dan dukungan faktual yang substansial, sehingga harus ditolak.
#CME诉CFTC

