#Strive mempercepat secara brutal penumpukan Bitcoin.
Antara 24 dan 28 Agustus, perusahaan yang terdaftar di Nasdaq membeli tambahan 1.800 $BTC senilai sekitar 143 juta dolar, sehingga cadangannya total menjadi 23.156 $BTC .
Dengan operasi ini, Strive kini tampil sebagai pemegang Bitcoin terbesar kelima di antara perusahaan-perusahaan yang tercatat di bursa.#bitcoin
Dan laju pembeliannya menjadi sulit untuk diabaikan.
💰 224 juta dolar diinvestasikan dalam waktu kurang dari dua minggu
Pembelian terakhir ini terjadi hanya beberapa hari setelah akuisisi penting lainnya.
Pada minggu sebelumnya, Strive sudah membeli 1.110 BTC senilai sekitar 81,5 juta dolar, dengan harga rata-rata yang mendekati 73.409 dolar per #bitcoin.” .
Dengan menggabungkan kedua operasi tersebut, perusahaan telah menginvestasikan lebih dari:
224 juta dolar dalam Bitcoin dalam kurang dari dua minggu.
Pembelian terakhir sebesar 1.800 BTC saja sudah menjadi kenaikan sekitar 8,4% dari cadangannya hanya dalam lima hari kerja.
Strive jelas tidak menunggu koreksi besar untuk memperkuat neracanya.
₿ Cadangan kini dihargai sekitar 1,82 miliar dolar
Dengan kepemilikan 23.156 BTC dan Bitcoin yang bergerak di sekitar 78.842 dolar, kas kripto Strive kini mewakili sekitar:
1,82 miliar dolar.
Dengan demikian, perusahaan ini bergabung dengan kelompok yang sangat terbatas dari perusahaan publik yang memiliki beberapa miliar dolar eksposur langsung terhadap Bitcoin.
Strategi ini bertumpu pada keyakinan sederhana:
Bitcoin kini bukan hanya aset spekulatif bagi Strive. Bitcoin menjadi aset inti dalam neraca.
📈 Pasar bertepuk tangan: saham ASST melonjak
Pengumuman ini tidak luput di Wall Street.
Saham Strive (ASST), yang diperdagangkan di Nasdaq sejak mergernya dengan Asset Entities, naik hampir 9% di New York pada hari pengumuman.
Sejak awal tahun, saham bahkan akan mencatat kenaikan sekitar 40%.
Reaksi ini menunjukkan bahwa para investor, dalam beberapa kasus, terus memberi penghargaan kepada perusahaan yang mengadopsi strategi akumulasi Bitcoin yang agresif.
Namun Strive memiliki satu keunikan penting.
🛡️ Tanpa utang dan tanpa efek pengungkit
Berbeda dengan beberapa perusahaan yang menggunakan obligasi, pinjaman, atau instrumen keuangan untuk meningkatkan eksposurnya terhadap BTC, Strive menonjolkan strategi tanpa utang dan tanpa leverage.
Ini adalah elemen utama.
Perusahaan berupaya mengakumulasi Bitcoin tanpa secara bersamaan meningkatkan risiko keuangannya melalui utang.
Pendekatan ini bisa menjadi argumen penting jika pasar mengalami koreksi besar.
Neraca yang sangat terekspos pada Bitcoin tetap sangat volatil.
Namun neraca yang terekspos pada Bitcoin dan dipenuhi utang dapat menjadi jauh lebih rapuh.
Strive mencoba menggabungkan akumulasi agresif dan struktur keuangan yang lebih hati-hati.
🔥 Harga pembelian rata-rata yang terus melonjak cepat
Namun akumulasi ini tentu memiliki biaya.
Pada pembelian sebelumnya, Strive membayar sekitar 73.409 dolar per BTC.
Untuk 1.800 Bitcoin baru, harga rata-rata naik menjadi sekitar:
79.431 dolar per BTC.
Dengan kata lain, Strive terus membeli bahkan ketika pasar sedang naik.
Ini menunjukkan bahwa perusahaan sepertinya tidak hanya berusaha membeli koreksi.
Tampaknya perusahaan tersebut menerapkan strategi akumulasi jangka panjang.
🚀 Bitcoin baru saja mencetak bulan Agustus yang meledak-ledak
Timing-nya sangat menarik.
Bitcoin naik lebih dari 24% pada bulan Agustus, sekaligus mencatat salah satu performa bulanan terbaiknya dalam beberapa tahun terakhir.
Kenaikan ini secara mekanis telah meningkatkan nilai cadangan yang dimiliki perusahaan-perusahaan yang lebih dulu mengakumulasi BTC.
Tapi strategi ini juga membuat pembelian baru menjadi jauh lebih mahal.
Jadi, Strive bersedia memperkuat posisinya setelah lonjakan besar di pasar, alih-alih menunggu titik masuk yang lebih baik secara wajib.
Ini adalah sinyal keyakinan yang sangat kuat.
🏢 Perusahaan-perusahaan publik mempercepat pembelian mereka
Strive tentu tidak sendirian.
Strategy, rujukan mutlak dalam hal treasury Bitcoin, baru-baru ini mengumumkan sekitar 370 juta dolar pembelian tambahan.
Persaingan antar perusahaan publik untuk mengakumulasi BTC terus mengintensifkan diri.
Bitcoin secara bertahap menjadi kategori aset treasury baru bagi sebagian perusahaan.
Fenomena ini bisa menciptakan dinamika tertentu:
semakin tinggi Bitcoin naik, semakin nilai cadangannya bertambah, semakin strategi-strategi Bitcoin menarik investor, dan semakin beberapa perusahaan memiliki sarana untuk membeli lebih banyak.
Namun lingkaran ini tentu juga bekerja ke arah sebaliknya ketika BTC turun.
🎯 Strive berpotensi mencapai 27.156 BTC sebelum akhir 2026
Menurut proyeksi TD Cowen, Strive dapat meningkatkan cadangannya hingga sekitar 27.156 BTC pada akhir tahun 2026.
Ini akan setara dengan sekitar tambahan 4.000 BTC dibanding posisi saat ini.
Pada harga saat ini, akumulasi sebesar itu akan membutuhkan lebih dari 300 juta dolar tambahan.
Jadi pertanyaannya menjadi kurang tentang apakah Strive percaya pada Bitcoin.
Jawabannya sudah jelas.
Pertanyaan yang sebenarnya adalah:
Sejauh mana perusahaan bersedia mendorong strategi ini?
🐋 23.156 BTC sepenuhnya mengubah profil Strive
Dengan cadangan yang mendekati 2 miliar dolar, fluktuasi Bitcoin kini dapat memberikan dampak besar pada nilai ekonomi yang dirasakan Strive.
Kenaikan BTC sebesar 10% saja secara teoritis bisa menambah hampir 182 juta dolar pada nilai aset yang dimilikinya saat ini.
Namun penurunan 10% tentu menghasilkan efek sebaliknya.
Dengan demikian, saham ASST semakin erat terkait dengan pergerakan Bitcoin.
Bagi sebagian investor, ini justru daya tariknya.
Bagi yang lain, ini juga merupakan risiko utama.
🔥 Mengapa strategi ini penting
Kian meningkatnya peran Strive menggambarkan perubahan yang lebih luas dalam hubungan antara Bitcoin dan pasar keuangan tradisional.
Dalam waktu lama, eksposur institusional terhadap BTC terutama lewat:
para bursa;
dana kripto;
perusahaan pertambangan (mining);
lalu ETF.
Saat ini, kategori baru muncul:
perusahaan publik yang menggunakan Bitcoin secara langsung sebagai aset strategis di treasury;
Strategy telah mempopulerkan model tersebut.
Yang lain kini mulai menirunya.
Dan Strive baru saja melewati tonggak baru.
👀 Yang perlu diperhatikan sekarang
Indikator utama tentu saja adalah laju pembelian berikutnya.
Strive baru saja mengakumulasi:
1.110 BTC, lalu 1.800 BTC beberapa hari kemudian.
Jika ritme ini berlanjut, perusahaan bisa dengan cepat mencapai proyeksi TD Cowen.
Perlu juga memantau:
pergerakan saham ASST;
harga rata-rata akuisisi BTC baru;
kemampuan Strive untuk terus membeli tanpa beralih ke utang;
peringkatnya di antara treasury Bitcoin publik terbesar;
dan yang paling penting, perilaku BTC di sekitar area 80.000 dolar.
Satu hal sudah jelas:
Strive tidak lagi sekadar memiliki Bitcoin di neracanya. Perusahaan ini secara bertahap membangun identitas keuangannya di sekeliling aset itu.
