Robert Kiyosaki mengungkap 12 miliar dolar utang properti membebani kepemilikan Bitcoin dan emas tidak digunakan sebagai agunan
2 September, menurut laporan yang mengutip New York Post, penulis buku terlaris “Rich Dad Poor Dad”, Robert Kiyosaki, dalam sebuah wawancara baru-baru ini mengungkapkan bahwa ia memikul utang sebesar 12 miliar dolar, yang segera menarik perhatian pasar.
Namun, utang sekitar 12 miliar dolar itu sebenarnya berasal dari pinjaman hipotek yang dijamin oleh properti apartemen, bukan investasi Bitcoin dan emas yang selama ini ia gembar-gemborkan sebagai aset jangka panjang.
Mantan istrinya sekaligus rekan bisnis lebih lanjut menjelaskan bahwa utang tersebut merupakan pinjaman yang ditanggung bersama dengan para mitra, mencakup sekitar 1.500 unit apartemen bangunan, sedangkan eksposur finansial pribadi Kiyosaki sendiri jauh lebih rendah daripada angka yang tampak di permukaan.
Perlu dicatat, meskipun Kiyosaki berkali-kali secara terbuka mengkampanyekan kepemilikan emas dan Bitcoin sebagai alat untuk menghadapi inflasi, aset digital dengan nilai tersebut tidak dijadikan sebagai agunan atas pinjaman mana pun.
Faktanya, meski Kiyosaki sangat mempromosikan Bitcoin, agunan sesungguhnya adalah properti fisik dan pendapatan sewa—yang juga mencerminkan bahwa Bitcoin dalam sistem keuangan nyata saat ini belum diterima secara luas sebagai agunan seperti halnya properti.
Namun, para kritikus juga menunjukkan bahwa pola operasi dengan leverage tinggi ini dapat memperbesar keuntungan selama fase pasar sedang naik, tetapi begitu tren kenaikan harga berakhir, hal itu akan memicu kerugian besar. Risiko seperti ini sangat patut diperhatikan dalam situasi ekonomi saat ini.
Hal yang menarik untuk dicermati adalah: Kiyosaki pernah secara terbuka memperingatkan bahwa kredit murah dapat merusak sistem keuangan, tetapi portofolio investasinya justru sangat bergantung pada kredit untuk bertahan. Ketidaksesuaian antara pernyataan dan praktik tersebut membuat pengamat pasar mempertanyakan apakah saran investasinya patut dipercaya.
Sebenarnya, Kiyosaki sebelumnya sudah memiliki catatan kebangkrutan. Perusahaannya pernah mengajukan perlindungan kebangkrutan pada 2012 akibat kalah perkara. Pengalaman ini menunjukkan bahwa meskipun seseorang dianggap otoritas di bidang pendidikan keuangan, keputusan investasi pribadinya tidak selalu sempurna.
#比特币 #地产杠杆
2 September, menurut laporan yang mengutip New York Post, penulis buku terlaris “Rich Dad Poor Dad”, Robert Kiyosaki, dalam sebuah wawancara baru-baru ini mengungkapkan bahwa ia memikul utang sebesar 12 miliar dolar, yang segera menarik perhatian pasar.
Namun, utang sekitar 12 miliar dolar itu sebenarnya berasal dari pinjaman hipotek yang dijamin oleh properti apartemen, bukan investasi Bitcoin dan emas yang selama ini ia gembar-gemborkan sebagai aset jangka panjang.
Mantan istrinya sekaligus rekan bisnis lebih lanjut menjelaskan bahwa utang tersebut merupakan pinjaman yang ditanggung bersama dengan para mitra, mencakup sekitar 1.500 unit apartemen bangunan, sedangkan eksposur finansial pribadi Kiyosaki sendiri jauh lebih rendah daripada angka yang tampak di permukaan.
Perlu dicatat, meskipun Kiyosaki berkali-kali secara terbuka mengkampanyekan kepemilikan emas dan Bitcoin sebagai alat untuk menghadapi inflasi, aset digital dengan nilai tersebut tidak dijadikan sebagai agunan atas pinjaman mana pun.
Faktanya, meski Kiyosaki sangat mempromosikan Bitcoin, agunan sesungguhnya adalah properti fisik dan pendapatan sewa—yang juga mencerminkan bahwa Bitcoin dalam sistem keuangan nyata saat ini belum diterima secara luas sebagai agunan seperti halnya properti.
Namun, para kritikus juga menunjukkan bahwa pola operasi dengan leverage tinggi ini dapat memperbesar keuntungan selama fase pasar sedang naik, tetapi begitu tren kenaikan harga berakhir, hal itu akan memicu kerugian besar. Risiko seperti ini sangat patut diperhatikan dalam situasi ekonomi saat ini.
Hal yang menarik untuk dicermati adalah: Kiyosaki pernah secara terbuka memperingatkan bahwa kredit murah dapat merusak sistem keuangan, tetapi portofolio investasinya justru sangat bergantung pada kredit untuk bertahan. Ketidaksesuaian antara pernyataan dan praktik tersebut membuat pengamat pasar mempertanyakan apakah saran investasinya patut dipercaya.
Sebenarnya, Kiyosaki sebelumnya sudah memiliki catatan kebangkrutan. Perusahaannya pernah mengajukan perlindungan kebangkrutan pada 2012 akibat kalah perkara. Pengalaman ini menunjukkan bahwa meskipun seseorang dianggap otoritas di bidang pendidikan keuangan, keputusan investasi pribadinya tidak selalu sempurna.
#比特币 #地产杠杆

