Semakin dalam saya menggali TermMax, semakin saya memperhatikan bukan pada profitabilitas, melainkan pada dari mana protokol itu sendiri mengambil harga aset.🤷‍♂️
Ternyata, TermMax menggunakan oracle eksternal untuk menilai aset, dan untuk beberapa token ada juga sumber cadangan.
Misalnya, untuk WBNB di BNB Chain, dokumentasinya mencantumkan heartbeat oracle 60 detik, sedangkan untuk USDT — 21.600 detik, yaitu 6 jam. 🚀
Di sini saya mulai berpikir.🤔 Ternyata, bahkan di dalam satu protokol, frekuensi pembaruan harga bisa berbeda hingga ratusan kali tergantung asetnya.
Kelebihannya jelas — harga tidak perlu “dihadâpkan” sendiri oleh protokol. Kekurangannya juga jelas: keterlambatan atau masalah dari sumber eksternal berpotensi memengaruhi perhitungan.
Kesimpulan saya: dalam DeFi, keamanan bukan hanya kode smart contract. Kita juga perlu melihat data apa yang diterima kode tersebut dari luar. ⭐️
Nah, apakah Anda pernah mengecek dari mana protokol DeFi mengambil harga untuk perhitungannya?👇

#termmax @TermMax