Lanjutkan dengan kisah P2P lain di Binance, kisah baru tapi orangnya adalah orang lama: pedagang HanhKikyo.

Sepertinya orang ini belum juga mau berubah meski sudah berkali-kali dibongkar oleh orang lain. Kali ini, yang jadi korbannya adalah seseorang yang saya kenal dari media sosial.

Berdasarkan potongan chat, teman saya sedang menjual sekitar 489 USDT dengan harga 12.688.072 VND, lalu mendapat pemberitahuan bahwa lawannya sudah menandai pesanan sebagai “dibayar”.

Namun masalahnya, uangnya masih belum masuk ke rekening.

Teman saya langsung menjelaskan dengan tegas: hanya setelah rekening benar-benar menerima uang, barulah crypto akan dibuka kuncinya.

Setelah itu, pihak HanhKikyo menjawab:
“Ya, kami sudah memotong uangnya, tapi transaksi muncul error. Saya sedang cek ke bank dan akan transfer/unggah lagi. Anda tunggu sebentar ya.”

Sampai di sini, kalau Anda adalah trader P2P yang baru atau mudah percaya, cukup percaya pada kalimat “uang sudah dipotong” lalu tergesa-gesa membuka kunci USDT, risikonya bisa sangat besar.

Namun, transaksi perbankan memang bisa saja mengalami error. Jadi, yang paling penting bukanlah buru-buru menyimpulkan siapa yang benar atau salah, melainkan penjual harus memastikan bahwa uangnya benar-benar sudah masuk ke rekening sebelum melepas crypto.

Binance P2P punya mekanisme Escrow, tapi status “sudah dibayar” tetap tidak bisa menggantikan kebutuhan untuk memverifikasi bahwa uang benar-benar telah diterima.

Sebelum transaksi, periksa badge, tingkat penyelesaian, dan informasi akun pembayaran mitra. Saat transaksi berlangsung, jika belum melihat uang masuk ke rekening, jangan rilis crypto.

Kalau Anda didesak, diminta menyelesaikan di luar platform, atau muncul sengketa, tahan crypto, simpan Order ID/chat, lalu ajukan keluhan melalui Binance.

P2P yang aman bukan tentang siapa yang Anda percaya, melainkan tentang kepatuhan pada prosedur yang benar.
#BinanceP2PAnToan @Binance Vietnam