Ringkasan Pasar: Logam Mulia Melonjak saat Minyak Mentah Melemah dan Imbal Hasil Melunak, Kekhawatiran Inflasi Mereda
Logam mulia bangkit kembali pada akhir Selasa, dipicu oleh penurunan tajam minyak mentah dan turunnya imbal hasil U.S. Treasury. Meski keputusan kebijakan Federal Reserve pekan lalu yang masih terbagi menjaga nada hawkish tetap terbuka, data tenaga kerja yang lebih lunak dan meredanya premi risiko geopolitik memberi ruang bagi para trader untuk bernapas.
Berikut poin-poin utama dari sesi terbaru:
Kenaikan Logam Mulia: Perak spot memimpin, melonjak 2,39% menjadi $59,45/oz. Emas spot menyusul, naik 0,57% untuk diperdagangkan mendekati $4.077,70/oz karena imbal hasil obligasi yang lebih rendah memberikan dukungan kuat.
Premi Risiko Minyak Menyusut: Kemajuan dalam pembahasan diplomatik terkait keselamatan lalu lintas melalui Selat Hormuz membantu mendinginkan kekhawatiran gangguan pasokan. Brent turun 5,3% menjadi sekitar $79,36/bbl, sementara Nymex WTI melemah 5,7% menjadi sekitar $75,77/bbl, sehingga meredakan kecemasan inflasi yang lebih luas.
Saham Mencetak Rekor: Wall Street mengabaikan sikap hawkish The Fed, dengan S&P 500 (+1,8%), Dow (+1,7%), dan Nasdaq (+2,6%) melonjak berkat laba yang kuat, harga energi yang melemah, serta permintaan AI yang kembali meningkat. Indeks-indeks Eropa juga ditutup lebih tinggi.
Sinyal The Fed & Data Ekonomi: Meski suara FOMC 9–3 yang hawkish untuk mempertahankan suku bunga di 3,50%–3,75%, laporan JOLTS Selasa menunjukkan pembukaan kerja yang stabil (7,4 juta), menandakan cukup pendinginan di pasar tenaga kerja untuk menjaga imbal hasil Treasury tenor 10 tahun tetap tertambat di kisaran 4,60%–4,64%.
Level Teknis yang Perlu Dicermati:
Emas: Resistance berada di $4.100, dengan target kenaikan utama di sekitar $4.180–$4.200. Support kunci bertumpu di $4.040–$4.020.
Perak: Para bulls menargetkan terobosan di atas $60,00–$62,00 menuju rata-rata pergerakan 50 hari ($62,91), sementara support sisi bawah bertahan di sekitar $57,00–$56,00.
#Gold #Silver #PreciousMetals #FinancialMarkets #Commodities
$XAG
$XAU
$CL
Logam mulia bangkit kembali pada akhir Selasa, dipicu oleh penurunan tajam minyak mentah dan turunnya imbal hasil U.S. Treasury. Meski keputusan kebijakan Federal Reserve pekan lalu yang masih terbagi menjaga nada hawkish tetap terbuka, data tenaga kerja yang lebih lunak dan meredanya premi risiko geopolitik memberi ruang bagi para trader untuk bernapas.
Berikut poin-poin utama dari sesi terbaru:
Kenaikan Logam Mulia: Perak spot memimpin, melonjak 2,39% menjadi $59,45/oz. Emas spot menyusul, naik 0,57% untuk diperdagangkan mendekati $4.077,70/oz karena imbal hasil obligasi yang lebih rendah memberikan dukungan kuat.
Premi Risiko Minyak Menyusut: Kemajuan dalam pembahasan diplomatik terkait keselamatan lalu lintas melalui Selat Hormuz membantu mendinginkan kekhawatiran gangguan pasokan. Brent turun 5,3% menjadi sekitar $79,36/bbl, sementara Nymex WTI melemah 5,7% menjadi sekitar $75,77/bbl, sehingga meredakan kecemasan inflasi yang lebih luas.
Saham Mencetak Rekor: Wall Street mengabaikan sikap hawkish The Fed, dengan S&P 500 (+1,8%), Dow (+1,7%), dan Nasdaq (+2,6%) melonjak berkat laba yang kuat, harga energi yang melemah, serta permintaan AI yang kembali meningkat. Indeks-indeks Eropa juga ditutup lebih tinggi.
Sinyal The Fed & Data Ekonomi: Meski suara FOMC 9–3 yang hawkish untuk mempertahankan suku bunga di 3,50%–3,75%, laporan JOLTS Selasa menunjukkan pembukaan kerja yang stabil (7,4 juta), menandakan cukup pendinginan di pasar tenaga kerja untuk menjaga imbal hasil Treasury tenor 10 tahun tetap tertambat di kisaran 4,60%–4,64%.
Level Teknis yang Perlu Dicermati:
Emas: Resistance berada di $4.100, dengan target kenaikan utama di sekitar $4.180–$4.200. Support kunci bertumpu di $4.040–$4.020.
Perak: Para bulls menargetkan terobosan di atas $60,00–$62,00 menuju rata-rata pergerakan 50 hari ($62,91), sementara support sisi bawah bertahan di sekitar $57,00–$56,00.
#Gold #Silver #PreciousMetals #FinancialMarkets #Commodities
$XAG
$XAU
$CL