Penutupan Selat Hormuz selama perang di Iran sedang mendorong perusahaan-perusahaan untuk menaikkan harga produk seperti bir, cat, kentang goreng, dan kemasan, seiring biaya komoditas dan transportasi meningkat, menurut laporan Wall Street Journal. $IDOL

IDOLBSC
IDOLUSDT
0.01621
-1.63%

Boston Beer Company Inc (NYSE:SAM), Sherwin-Williams Co (NYSE:SHW), International Paper (NYSE:IP) dan Unilever PLC ADR (NYSE:UL) telah menaikkan harga mereka atau berencana melakukannya untuk mengimbangi melonjaknya biaya bahan baku.

Penyesuaian harga dapat semakin menekan inflasi di Amerika Serikat dan mempersulit keputusan Federal Reserve terkait suku bunga. Investor yang sebelumnya mengharapkan pemangkasan suku bunga kini bersiap untuk kemungkinan kenaikan, seiring adanya guncangan pada harga energi.

Sebelum konflik, sekitar 20% pasokan minyak dunia melewati Selat Hormuz. Jalur laut tersebut juga menggerakkan volume besar aluminium, pupuk, dan komoditas lainnya.

Futures minyak mentah di Amerika Serikat diperdagangkan mendekati US$ 85 per barel pada hari Jumat, sekitar 25% lebih tinggi dibandingkan level yang tercatat pada awal perang. Harga rata-rata bensin di Amerika Serikat naik menjadi sekitar US$ 4,11 per galon, dari US$ 2,98 pada awal konflik, menurut laporan.

Unilever memperkirakan kenaikan harga, bukan pertumbuhan volume, menjadi pendorong utama pertumbuhan penjualannya pada semester kedua tahun ini, di tengah meningkatnya biaya komoditas. $BTW

BTWBSC
BTWUSDT
0.38624
-7.92%

Sherwin-Williams berencana menaikkan harga sebesar 8% mulai 1 September untuk mengimbangi biaya bahan yang lebih tinggi yang terkait dengan minyak. Saham perusahaan naik lebih dari 8% setelah pengumuman tersebut.

Illinois Tool Works Inc (NYSE:ITW) melaporkan bahwa kenaikan harga yang diterapkan pada kuartal musim semi (di belahan bumi utara) lebih dari menutupi kenaikan biaya input. Lamb Weston Holdings Inc (NYSE:LW) juga menaikkan harga di Amerika Utara setelah kenaikan biaya minyak, yang membuat transportasi dan minyak nabati yang digunakan dalam produksi menjadi lebih mahal.

Produsen kemasan menghadapi biaya yang terus meningkat untuk plastik, aluminium, kardus daur ulang, dan angkutan. International Paper, Smurfit WestRock PLC (NYSE:SW), dan Packaging Corporation of America (NYSE:PKG) mengumumkan penyesuaian harga pada bulan Juli.

Harga yang lebih tinggi telah menopang saham berbagai perusahaan industri dan barang konsumsi, tetapi efek gabungan penyesuaian harga dapat membebani anggaran rumah tangga dan menjaga suku bunga tetap pada level yang tinggi. $EPIC

EPIC
EPIC
0.3604
+0.30%

#MiddleEastTensions #war #Hormuz #IranIsraelConflict #WTICrudeTouches$85