Saya terus kembali ke satu detail dalam tokenomics Babylon yang jarang dibicarakan: BABY memiliki mekanisme bawaan yang membakarnya sendiri, dan mekanisme itu hanya bekerja jika jaringan benar-benar berkembang.
Begini cara seharusnya bekerja. Setiap Bitcoin Supercharged Network yang terhubung ke Babylon Genesis mengarahkan sebagian dari imbalan stakingnya ke sebuah lelang on-chain. Peserta melakukan penawaran untuk imbalan tersebut menggunakan BABY. BABY apa pun yang memenangkan penawaran akan dibakar, secara permanen, keluar dari peredaran. Jadi, semakin banyak jaringan yang hadir dan menginginkan keamanan Bitcoin bersama itu, semakin banyak BABY yang ditarik keluar dari suplai dari waktu ke waktu.
Ini benar-benar bagian desain yang bagus. Ia mengaitkan kelangkaan token dengan penggunaan nyata, bukan sekadar jadwal tetap yang ditulis seseorang di dalam whitepaper. Kebanyakan token burn yang saya temui itu bersifat kosmetik. Yang ini bergantung pada sesuatu yang benar-benar terjadi di dunia nyata, sehingga terasa lebih jujur—meskipun sekaligus membuatnya lebih tidak pasti.
Angka saat ini memberi perspektif pada kejujuran tersebut. BABY diluncurkan dengan 10 miliar token dan tingkat inflasi tahunan 8%, dibagi rata antara staker BTC dan staker BABY. Pasokan yang beredar kini berada di kisaran sekitar 3,7 hingga 4 miliar. Pembukaan (unlock) berikutnya yang dijadwalkan, pada 10 Agustus, merilis sekitar 136 juta token—sedikit lebih dari 1% dari total suplai. Dibandingkan penerbitan yang stabil seperti itu, mekanisme burn punya pekerjaan nyata yang harus dilakukan sebelum secara berarti mengimbangi pasokan baru yang masuk ke pasar.
Saya tidak melihat ini sebagai kekurangan desain. Ini hanya keadaan yang jujur seperti adanya saat ini. Mekanisme deflasi yang terikat pada adopsi adalah taruhan pada masa depan, bukan jaminan tentang kondisi saat ini.
Dua hal yang ingin saya terus pantau. Pertama, burn hanya akan semakin cepat jika adopsi BSN ikut dipercepat, jadi lintasan suplai token benar-benar bergantung pada pengembangan bisnis yang berhasil, bukan hanya pada protokol yang berjalan dengan benar. Kedua, BABY bukan token ERC-20; ia native di Babylon Chain. Artinya likuiditas dan integrasinya bergantung pada ekosistem Babylon yang matang, bukan sekadar terpasang ke infrastruktur yang sudah ada di tempat lain.@BabylonLabs_io #baby $BABY
Begini cara seharusnya bekerja. Setiap Bitcoin Supercharged Network yang terhubung ke Babylon Genesis mengarahkan sebagian dari imbalan stakingnya ke sebuah lelang on-chain. Peserta melakukan penawaran untuk imbalan tersebut menggunakan BABY. BABY apa pun yang memenangkan penawaran akan dibakar, secara permanen, keluar dari peredaran. Jadi, semakin banyak jaringan yang hadir dan menginginkan keamanan Bitcoin bersama itu, semakin banyak BABY yang ditarik keluar dari suplai dari waktu ke waktu.
Ini benar-benar bagian desain yang bagus. Ia mengaitkan kelangkaan token dengan penggunaan nyata, bukan sekadar jadwal tetap yang ditulis seseorang di dalam whitepaper. Kebanyakan token burn yang saya temui itu bersifat kosmetik. Yang ini bergantung pada sesuatu yang benar-benar terjadi di dunia nyata, sehingga terasa lebih jujur—meskipun sekaligus membuatnya lebih tidak pasti.
Angka saat ini memberi perspektif pada kejujuran tersebut. BABY diluncurkan dengan 10 miliar token dan tingkat inflasi tahunan 8%, dibagi rata antara staker BTC dan staker BABY. Pasokan yang beredar kini berada di kisaran sekitar 3,7 hingga 4 miliar. Pembukaan (unlock) berikutnya yang dijadwalkan, pada 10 Agustus, merilis sekitar 136 juta token—sedikit lebih dari 1% dari total suplai. Dibandingkan penerbitan yang stabil seperti itu, mekanisme burn punya pekerjaan nyata yang harus dilakukan sebelum secara berarti mengimbangi pasokan baru yang masuk ke pasar.
Saya tidak melihat ini sebagai kekurangan desain. Ini hanya keadaan yang jujur seperti adanya saat ini. Mekanisme deflasi yang terikat pada adopsi adalah taruhan pada masa depan, bukan jaminan tentang kondisi saat ini.
Dua hal yang ingin saya terus pantau. Pertama, burn hanya akan semakin cepat jika adopsi BSN ikut dipercepat, jadi lintasan suplai token benar-benar bergantung pada pengembangan bisnis yang berhasil, bukan hanya pada protokol yang berjalan dengan benar. Kedua, BABY bukan token ERC-20; ia native di Babylon Chain. Artinya likuiditas dan integrasinya bergantung pada ekosistem Babylon yang matang, bukan sekadar terpasang ke infrastruktur yang sudah ada di tempat lain.@BabylonLabs_io #baby $BABY