#BrentRises12%Weekly 🛢️ Minyak naik tajam akibat perang yang tak diinginkan

Brent menembus lebih dari $85 per barel** dan WTI mendekati **$80, dengan kenaikan mingguan 12%. Ini adalah kenaikan mingguan terbesar sejak April, dalam kondisi ketika minyak mentah sebelumnya sudah anjlok 30% pada kuartal kedua.


⚔️ Apa yang sedang terjadi?

AS dan Iran melanggar gencatan senjata yang dimulai pada 17 Juni, dan perang makin berkobar. Militer AS telah membombardir Iran selama enam malam berturut-turut, menargetkan pertahanan pesisir, infrastruktur logistik, dan sistem pertahanan udara. Iran membalas dengan rudal terhadap pangkalan militer AS di negara-negara tetangga, termasuk sebuah pangkalan di Yordania. Pada Jumat, Iran menyerang sebuah fasilitas air dan listrik di Kuwait.

🚢 Jerat "bottleneck" yang mencekik pasokan

Selat Hormuz, yang dilewati 20% minyak dunia, telah menurunkan arus lalu lintas secara drastis. Sebelum perang, ada 130 kapal per hari melintas; hari ini hanya 11. Selain itu, Iran memerintahkan sekutunya kelompok Houthi di Yaman untuk siap menutup Laut Merah jika AS menyerang infrastruktur energi mereka. Pasar menghadapi "skenario risiko ganda".

📉 Minyak mentah, mata rantai yang hilang dengan kripto

Minyak makin mahal → inflasi naik → suku bunga tinggi lebih lama → likuiditas berkurang → aset berisiko seperti Bitcoin ikut jatuh.

Rangkaian ini sudah mulai terjadi: Bitcoin turun lebih dari 2% dalam 24 jam menjadi $63,200**, sementara Ethereum turun sekitar **3.5%** ke **$1,820. Pasar sudah memperhitungkan bahwa The Fed harus mempertahankan suku bunga tinggi jika inflasi kembali naik akibat energi. Ketidakpastian akan terus berlangsung selama perang masih berlanjut. Seperti yang diperingatkan Direktur Badan Energi Internasional: "Kita seharusnya khawatir jika situasi tidak membaik dalam beberapa minggu ke depan".

Menurutmu, harga minyak akan terus naik dan menyeret Bitcoin, atau perang segera mereda? 👇

#GeopoliticalUncertainty #bitcoin #inflación #MacroEconomia