Strategi (dulu MicroStrategy) menjual 32 BTC (≈$2,5 juta) pada akhir Mei 2026—penjualan pertama mereka sejak 2022. Alasannya? Untuk membayar dividen pada saham preferen STRC berimbal hasil tinggi mereka.
Sudut pandang Saylor:
Individu tidak boleh pernah menjual Bitcoin mereka.
Bagi perusahaan, menjual sebagian kecil (0,004% dari sekitar 847.000 BTC yang mereka pegang) membantu mendanai dividen dan "menginokulasi" pasar—membuktikan bahwa mereka bisa menjual tanpa membuat semuanya anjlok.
Kasus Bull (Skenario Naik):
Ini mengubah cadangan BTC mereka yang sangat besar menjadi mesin kredit. Mereka menggalang modal murah, membeli lebih banyak Bitcoin, membayar imbal hasil kepada investor, dan tetap melakukan akumulasi bersih jangka panjang. Saylor mengatakan bahwa untuk setiap BTC yang dijual, mereka bisa membeli kembali 10-20x melalui penggalangan dana lainnya. Rekayasa keuangan Saylor yang klasik.
Skenario Bear / Risiko:
Sekarang mereka memiliki kewajiban dividen tahunan sebesar $1,2 miliar. Jika BTC tetap datar atau turun, penjualan bisa meningkat (mereka telah mengizinkan hingga $1,25 miliar penjualan BTC yang berpotensi). Ini menimbulkan risiko "arus dua arah" — pembeli korporat terbesar pun bisa berubah menjadi penjual saat kondisi sulit. Faktor persepsi juga penting, dan itu mengguncang kepercayaan.
Kesimpulan: Satu penjualan kecil tidak langsung mematikan tesis Bitcoin, apalagi ketika mereka masih memegang tumpukan besar dan tetap membeli secara keseluruhan. Tapi ini menunjukkan bahwa bahkan kerajaan Saylor pun kini menghadapi realitas arus kas yang nyata untuk dikelola.

Menurut Anda bagaimana?
Evolusi cemerlang BTC sebagai treasury perusahaan?
Atau awal dari jalan yang licin?
Sampaikan pendapat Anda 👇
#bitcoin #MichaelSaylor #strategy #BTC #crypto

