Analis Ramal Reli Penurunan Bitcoin akan Berlanjut ke US$58 Ribu
@everyone
**Analis Ramal Reli Penurunan Bitcoin akan Berlanjut ke US$58 Ribu**
Analis Peter Brandt proyeksikan aksi jual Bitcoin ($BTC ) kemungkinan belum berakhir dan melihat US$58.000 sebagai target selanjutnya.
"Tujuan berikutnya adalah area US$58.000, petugas kereta akan lewat untuk mengumpulkan tiket, jadi pastikan Anda berada di kereta yang benar," tulis Brandt melansir laman X miliknya, Minggu (01/02).
Dalam analisisnya, zona tersebut sejajar dengan garis tren pusat dari jalur pertumbuhan logaritmik jangka panjang Bitcoin, yang jadi level secara historis menarik harga selama fase koreksi yang dalam.
Bahkan, dalam nilai rata-rata dengan hukum pangkat Bitcoin V2.0, ada pembentukan pola megafon bearish, yang digambarkan sebagai puncak yang melebar. Hingga, argument adanya death cross kian terkonfirmasi dengan moving average 21 minggu dan 50 minggu.
Perlu diketahui, Brandt pernah menjadi sorotan usai memprediksi ketegangan perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China tahun lalu bisa menjadi faktor yang menekan harga Bitcoin hingga anjlok ke US$60.000.
*Disclaimer Alert. Not Financial Advice (NFA). Do Your Own Research (DYOR).*
Gibran Minta Mahasiswa Indonesia Upgrade Skill AI-Blockchain
il Presiden RI Gibran Rakabuming Raka meminta mahasiswa segera menguasai kecerdasan buatan (AI), blockchain, dan robotika agar bersaing di era transformasi global yang kian pesat.
“Kita masih punya waktu untuk mengenalkan AI, blockchain, robotik, ekonomi digital, kita ingin mengenalkan itu sedini mungkin, termasuk coding. Kita ingin anak-anak muda punya critical thinking, problem solving, dan berpikir komputasional,” ujar Gibran di Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), Senin (26/01), melansir berbagai sumber.
Tak hanya itu, Gibran menyoroti penguatan infrastruktur digital jadi salah satu cara agar Indonesia menjadi pelaku tranformasi digital.
Ini bukan kali pertama bagi orang nomor dua di Indonesia itu berbicara soal AI. Dalam beberapa kesempatan, secara daring maupun luring, Gibran turut mendorong transformasi digital.
Ini pun bukan pertama kalinya Wapres Gibran menyoroti peran AI di sektor pendidikan, sebelumnya, ia mengatakan rencana bahwa kecerdasan buatan bakal masuk kurikulum SD hingga SMA pada tahun ini.
**Demi Cegah Ijazah Palsu, Kampus Indonesia Ini Terapkan Blockchain**
Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) mengumumkan akan menerapkan ijazah berbasis blockchain agar menjamin keaslian, mencegah pemalsuan, dan memudahkan pencatatan dan verifikasi.
Bekerja sama dengan Dubai Blockchain Center dan Indonesia Blockchain Center (IBC), Udinus dirancang sebagai pusat studi dan pengembangan blockchain di Jawa Tengah.
Kebijakan ini menjadikannya kampus pertama yang menerapkan ijazah berbasis blockchain, dan mencerminkan upaya ini keterlibatan inovasi teknologi dalam penggunaan yang meluas termasuk pendidikan.
Udinus, menurut perwakilan IBC, akan menjadi contoh bagi institusi pendidikan lainnya dalam pemanfaatan blockchain.
"Udinus akan menjadi role model nasional dalam pemanfaatan blockchain untuk pendidikan, sertifikasi, dan sistem anti-fraud," ucapnya, melansir berbagai sumber.
Ramalan Terwujud, Powell Tahan Suku Bunga Lagi Buat Bitcoin Stagnan
Terwujud, Powell Tahan Suku Bunga Lagi Buat Bitcoin StagnanKetua The Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell menahan suku bunga acuan menjadi 3,50%-3,75%, pada Kamis (29/01) dini hari. Hal tersebut membuat Bitcoin ($BTC ) mengalami stagnasi di area US$88 ribu hingga US$90 ribu.
Keputusan ini sesuai dengan ekspektasi pasar yang beredar sebelumnya yang meyakini hampir 100% pelaku pasar optimis terhadap pemangkasan suku bunga di bulan Desember ini, menurut CME Fed Watch Tool.
Diketahui, mata uang Jepang yen mengalami penguatan terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Hal tersebut mungkin membuat Powell mengambil keputusan untuk menahan suku bunga acuan, sehingga dapat menghambat penguatan yen. #FedWatch #PowellSpeech
Satu Bitcoin Ternyata Bisa Hidupi Ratusan Keluarga di Indonesia
ah penurunan yang terjadi, namun satu Bitcoin ($BTC ) masih memiliki nilai yang berarti. Sebab, dengan satu buah aset crypto tersebut dapat menghidupi sekitar 239 keluarga di Indonesia.
Secara rinci, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata biaya konsumsi rumah tangga per orang dalam satu bulan sekitar Rp1.569.088. Lalu, jumlah anggota keluarga di Indonesia mayoritas ada sekitar 4 orang, artinya per satu keluarga bisa menghabiskan Rp6.276.352.
Sehingga, satu Bitcoin yang kini dibanderol US$89 ribu atau hampir Rp1,5 miliar dapat menghidupi ratusan keluarga di Indonesia dengan pengeluaran sekitar Rp6.276.352 per bulannya. Dengan demikian, satu buah aset crypto tersebut masih bernilai meski mengalami penurunan harga.
Bulgaria Kehilangan Cuan Miliaran Dolar usai Jual Bitcoin di 2017
aria ketinggalan potensi keuntungan lebih dari US$18,2 miliar usai menjual habis kepemilikan Bitcoin ($BTC ) sitaan sebanyak 213.519 pada 2017 lalu, yang saat itu hanya dihargai US$2.354 per koin.
Pasalnya, saat itu ooritas Bulgaria melakukan penangkapan kelompok peretas kejahatan terorganisir yang terlibat dalam penipuan bea cukai. Kala itu, The Southeast European Law Enforcement Center (SELEC) menyita 213.519 Bitcoin yang bernilai US$500 juta.
Kelompok peretas itu diduga menggunakan virus komputer untuk menyusup ke sistem bea cukai Bulgaria, memungkinkan mereka untuk mengimpor barang tanpa membayar bea masuk yang diperlukan. Lalu, mereka memilih Bitcoin karena dianggap sulit dilacak.
Maka dari itu, kini setelah menjual seluruh Bitcoin tersebut, Bulgaria tidak menyisakan satu koin pun sejak saat itu. Menurut BitcoinTreasuries, Bitcoin Bulgaria berjumlah nol.
Seperti diketahui, kini Bitcoin dibanderol US$88.000 atau naik 0,52% dalam 24 jam terakhir, menurut CoinMarketCap, Selasa (27/01). #AkademiCryptoNews
Disclaimer Alert. Not Financial Advice (NFA). Do Your Own Research (DYOR).
**Fan Token Arsenal Sempat Ambruk 8% usai Kalah dari MU**
Arsenal Fan Token (AFC) sempat ambruk hingga lebih dari 8% ke level US$0.4748 pada kemarin, Senin (26/01) sore.
Penurunan ini terjadi tepat usai Arsenal kalah dengan skor 2-3 dari Manchester United (MU) pada pertandingan Liga Inggris di Stadion Emirates pada sehari sebelumnya.
Seperti diketahui, token penggemar sering diperdagangkan sebagai indikator kinerja tim dan sentimen penggemar.
Tanpa hasil pertandingan positif atau pertandingan penting yang akan datang, token tersebut kehilangan pendorong permintaan utama, dan kembali dipengaruhi pelemahan pasar crypto.
*Disclaimer Alert. Not Financial Advice (NFA). Do Your Own Research (DYOR).*
Cryptografis | Fakta Pahitnya, Performa Emas Tinggalkan Semua Kelas Aset Tahun Lalu
njadi aset yang menonjol dan mendominasi dengan kenaikan 62%. Maka tak heran, jika mampu mengalahkan semua aset investasi sepanjang tahun lalu, termasuk Bitcoin ($BTC ).
Pencapaian ini dapat terjadi karena ketidakpastian terkait tarif perdagangan yang dilayangkan Amerika Serikat. Selain itu, akumulasi besar-besaran oleh bank sentral juga mendorong emas melesat.
Di lain sisi, kedua indeks saham AS Nasdaq dan S&P 500 pada tahun yang sama mencatatkan peningkatan masing-masing 20,5% dan 16,6%. Hal itu didorong euforia narasi artificiall inteligence (AI).
Lalu, Bitcoin menjadi aset yang kinerjanya kurang dari yang diharapkan. Namun, terdapat instrumen investasi lain yang mencatatkan penurunan lebih besar, seperti Indeks Dolar AS (DXY) minus 10% dan Minyak Mentah atau Crude Oil anjlok 21,5%.
Ray Dalio Peringatkan Krisis Ekonomi Semakin Dekat
kelas kakap Ray Dalio dalam catatannya memperingatkan krisis ekonomi semakin dekat. Ia menilai kondisi saat ini berada di tahap 5, artinya sedang menuju krisis akibat kesenjangan dan konflik.
"Saya menguraikan hubungan sebab-akibat yang dapat diikuti untuk mengidentifikasi di mana kita berada dalam Siklus Besar dan apa yang kemungkinan akan terjadi. Dengan perspektif itu, jelas kita berada di Tahap 5 (periode pra-runtuhnya tatanan) dan di ambang Tahap 6 (runtuhnya tatanan lama)," ucapnya, melansir catatannya di X.
Ia juga menyamakan kejadian yang baru-baru ini terjadi, seperti kasus penembakan warga sipil oleh Immigration and Customs Enforcement di Minneapolis, Amerika Serikat (AS) dan peristiwa Greenland merupakan tanda-tanda menuju krisis tersebut.
Menurutnya, dalam menghadapi hal ini solusi terbaiknya adalah bergantung pada keadaan yang dapat berubah dan pendekatan berbeda. Ia menegaskan secara kaku sistem ekonomi atau politik dalam keadaan baik-baik saja dan merupakan suatu kesalahan.
Sebab, hal tersebut pasti akan ada masanya dimana sistem yang dipercaya itu hanya untuk keadaan saat ini.
Features | Investor Awal Bitcoin Buka Suara: Jangan Berekspektasi Tinggi di Tahun Ini
Davinci Jeremie, investor awal yang dikenal membeli Bitcoin ($BTC ) sejak harga masih sekitar US$1 pada 2011, memperkirakan tahun ini bukan tahun yang mudah bagi pasar crypto. Ia menilai peluang Bitcoin mencetak tren kenaikan cukup terbatas.
Jeremie merupakan salah satu YouTuber Bitcoin paling awal dengan ratusan ribu pengikut dan ribuan konten edukasi crypto. Namanya kembali ramai diperbincangkan karena pandangannya yang cenderung realistis di tengah optimisme pasar.
Menurutnya, skenario terbaik pada 2026 hanyalah pemulihan ke level tertinggi sebelumnya, bukan lonjakan tajam. Ia menyebut pergerakan harga Bitcoin kerap berjalan dalam siklus yang tidak selalu sejalan dengan ekspektasi investor.
Meski dikenal sebagai pendukung kuat Bitcoin, Jeremie menekankan pentingnya disiplin dalam mengelola aset. Ia mengingatkan investor agar tidak mudah menukar Bitcoin dengan bisnis atau instrumen lain yang belum tentu memberi nilai setara.
Jeremie juga menilai aset alternatif seperti perak berpeluang tampil lebih baik dalam kondisi pasar tertentu. Ia menilai ketidakpastian ekonomi global mendorong investor mencari instrumen lindung nilai selain crypto.
Meski bernada hati-hati, Jeremie menegaskan pandangannya bukan ajakan untuk meninggalkan Bitcoin. Ia justru mengajak investor bersikap lebih sabar dan fokus menyimpan nilai jangka panjang, bukan mengejar keuntungan instan.
*Disclaimer Alert. Not Financial Advice (NFA). Do Your Own Research (DYOR).*
Peter Schiff Peringatkan Akan Ada Badai Besar pada Emas-Bitcoin
Seorang kritikus ekonomi Peter Schiff memperingatkan para investor untuk meninggalkan Bitcoin dan beralih ke komoditas fisik.
Menurut orang yang skpetis terhadap Bitcoin ini akan ada kehancuran pasar yang terjadi. Sehingga, langkah menjual aset digital tersebut adalah strategi yang baik.
"Pergerakan besar akan terjadi pada logam mulia dan Bitcoin. Investor perlu bersiap. Untuk emas dan perak, itu berarti membeli lebih banyak logam fisik dan menambah saham pertambangan yang masih sangat undervalued," ucapnya, melansir akun X miliknya.
Sebelumnya, ia juga pernah memperingatkan hal serupa yang menganggap reli yang terjadi pada Bitcoin akhir-akhir ini adalah hal yang palsu. Akan tetapi, ucapannya tersebut belum tentu kebenarannya.
Sebagai informasi, Schiff adalah seorang skeptis terhadap Bitcoin $BTC yang telah menyatakan dirinya tidak percaya terhadap aset ini dari tahun 2011.
Paling Ramai se-Asia Tenggara, Pengguna Crypto RI Tembus 19 Juta
Menurut laporan Indonesia Crypto & Web3 Industry Report 2025, Indonesia menjadi negara terbesar pengguna crypto di Asia Tenggara dengan 19 juta orang yang aktif di industri tersebut.
Hal tersebut karena kejelasan regulasi yang kini diawasi langsung oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan mengklasifikasikan crypto sebagai instrumen keuangan digital.
"Dengan lebih dari 19 juta pengguna aktif, pertumbuhan tiga digit di rantai blok, dan kejelasan regulasi yang jarang dimiliki pasar lain di Asia Tenggara, Indonesia dengan cepat muncul sebagai kekuatan crypto berikutnya di kawasan ini," catat laporan tersebut.
Diketahui, negara-negara teratas kawasan Asia Pasifik, seperti Vietnam memiliki 18 juta pengguna crypto, lalu Filipina dengan 7 juta orang, Singapura hanya 600 ribu, Thailand sebanyak 12 juta, dan Malaysia 2,8 juta pengguna aktif.
Selain itu, industri crypto di Indonesia mayoritas didorong oleh investor ritel. Secara, 58,2% masyrakat Indonesia menggunakan crypto sebagai investasi jangka panjang, dan 20,2% untuk jangka pendek.
-# Image Source: Indonesia Crypto & Web3 Industry Report 2025
Jadi Mata Uang Terlemah, Bawa Rp50.000 Bisa Jadi Jutaan Rial di Iran
Iran memasuki fase krisis ekonomi yang semakin parah. Tekanan ekonomi tersebut disebabkan oleh inflasi yang meningkat, serta krisis kepercayaan terhadap mata uang lokal. Bahkan rial iran menjadi mata uang terlemah di dunia usai jatuh 2.388% dalam kurang dari setahun.
Saking parahnya, nilai tukar rial Iran terus kehilangan daya belinya di hadapan rupiah. 1 rial Iran kini bernilai 0.01 rupiah, lebih parahnya mata uang Negeri Mullah tersebut bahkan bernilai 0 di hadapan dolar Amerika Serikat.
Artinya, jika Warga Negara Indonesia (WNI) membawa Rp50.000 ke Iran, maka nilainya bisa mencapai 3.156.859 rial Iran. Bahkan WNI dengan gaji Upah Minimum Regional (UMR) bisa kantongi hingga ratusan juta jika menukarnya dengan rial Iran, menurut xe.com. source : Academy crypto #indonesiaemas
Rapper AS Pernah Jual Albumnya 700 Bitcoin, Kini Nilainya Rp1 Triliun
Rapper asal Amerika Serikat (AS) 50 Cent pernah menjual albumnya yang bertajuk "Animal Ambition" senilai 700 Bitcoin (BTC) pada 2014 silam, di mana $BTC masih dibanderol US$600 per koin.
Setelah menjualnya, ia sempat melupakannya hingga beberapa tahun kemudian. Bahkan jika 50 Cent masih menyimpannya, nilainya kini telah mencapai US$64,4 juta setara Rp1,09 triliun.
"Lumayan untuk anak dari South Side, aku sangat bangga pada diriku sendiri," tulis rapper dengan nama asli Curtis Jackson tersebut di Instagram.
Kisruh Trump-Powell, Perak Jadi Aset Terbesar Kedua di Dunia
Harga perak kembali meroket menjadi US$85,23 pada Selasa (13/01) menjelang pertemuan Federal Reserve (The Fed). Tak hanya itu, kapitalisasi pasarnya juga naik tipis 0,27% yang membuatnya menyalip NVIDIA menjadi aset paling berharga kedua di dunia.
Di sisi lain, $BTC masih turun ke posisi ke-8 dengan kapitalisasi pasar senilai $USDT 1,8 triliun setelah sebelumnya sempat menyalip saham Alphabet, perusahaan induk Google sebagai aset paling berharga kelima di dunia.
Lonjakan perak terjadi karena pasar khawatir terhadap independensi The Fed. Sebagai informasi, Departemen Kehakiman Amerika Serikat memutuskan untuk menyelidiki Ketua The Fed Jerome Powell.
Powell menyebut penyelidikan tersebut merupakan serangan politik dari Gedung Putih terkait penolakannya menurunkan suku bunga sesuai keinginan Presiden Trump. Hal ini mendorong investor untuk beralih ke aset safe haven.
Meski harga perak sudah menguat kuat sejak tahun lalu, kenaikan sekitar 7% hingga mendekati rekor baru ini terutama dipicu oleh faktor geopolitik dan institusional, bukan semata-mata fundamental permintaan industri.
Karena pasar perak relatif lebih kecil dibanding emas, arus modal defensif tersebut berdampak lebih besar pada harganya, menjadikan perak sangat sensitif terhadap ketidakpastian kebijakan.
Carousel | Berkat Bitcoin, Pria di Venezuela Bisa Selamatkan Keluarganya dari Krisis
Pria bernama Sultan mengaku menambang Bitcoin (BTC) di rumahnya di Venezuela sejak 2014 dan berhasil menyelamatkan keluarganya dari sistem keuangan yang rusak. Adapun, kala itu Venezuela mengalami krisis di bawah kepemimpinan Nicolas Maduro hingga inflasi mencapai lebih dari 64%.
"12 tahun lalu, saya menambang Bitcoin di rumah di Venezuela untuk menghindari sistem yang rusak. Hari ini, seluruh keluarga saya berada di luar negeri berkat usaha keras menambung dalam Bitcoin selama lebih dari satu dekade," tulis Sultan melansir laman X miliknya.
Selain itu, Sultan mengatakan jika ia dan keluarganya tidak mengenal Bitcoin, mungkin saat intervensi AS saat ini, mereka akan miskin. Maka dari itu, ia senang keluarganya mandiri dalam keuangan.
Meski demikian, dalam pantauan redaksi Akademi Crypto, Sultan belum mengungkapkan berapa kepemilikan Bitcoin dari hasil penambangan tersebut. #AkademiCryptoNews
*Disclaimer Alert. Not Financial Advice (NFA). Do Your Own Research (DYOR).* $BTC #venezuela Source : AcademyCrypto -# Image Source: Akademi Crypto
Bitcoin Rebound ke US$94.000, Buat Rp7 Triliun Posisi Short Lenyap Terlikuidasi
$BTC rebound ke harga US$94.000 atau 3,2%, menurut CoinMarketCap, Selasa (06/01) pagi. Namun, kenaikan kali ini pun membuat posisi shorts Bitcoin senilai US$436 juta atau sekitar Rp7 triliun posisi shorts terlikuidasi.
Kenaikan aset digital terbesar itu juga membuat altcoin berterbangan. Dengan, Ethereum (ETH) dan XRP, BNB yang sempat anjlok puluhan persen kini masing-masing dibanderol US$3.273, US$2.33 dan US$911.
Adapun katalis kenaikan Bitcoin kali ini terjadi di tengah isu kandidat pro-crypto akan maju menggantikan Presiden Venezuela Nicolas Maduro. Selain itu, whale era Satoshi baru saja membeli 7.658 Bitcoin senilai US$710 juta di hari yang sama. $BTC #BTC #academycrypto
Source : AcademyCrypto *Disclaimer Alert. Not Financial Advice (NFA). Do Your Own Research (DYOR).*
Makin Tajir, Harta Orang Terkaya di Dunia Bertambah Rp36.696 Triliun Tahun Lalu
500 orang terkaya dunia menambah kekayaan kolektif mereka sebesar rekor US$2,2 triliun atau sekitar Rp36.696 triliun, sehingga total kekayaan bersih mereka mencapai US$11,9 triliun. Kenaikan ini didorong oleh euforia saham Big Tech dan Artificial Intelligence (AI) di Amerika Serikat. Sekitar seperempat dari semua keuntungan berasal dari hanya delapan individu termasuk Larry Ellison, Elon Musk, Larry Page, dan Jeff Bezos. Elon Musk menjadi orang yang paling untung pada 2025, dengan kekayaannya naik US$190,3 miliar menjadi US$622,7 miliar. Sebagian besar dipicu oleh kepemilikannya di SpaceX dan Tesla, meskipun sempat terdampak aktivitas politiknya. Kemudian diikuti Larry Ellison, yang menambah kekayaannya US$57,7 miliar menjadi US$249,8 miliar berkat lonjakan saham Oracle dari ekspansi besar di bidang AI dan keterlibatannya dalam proyek media putranya. Donald Trump dan keluarganya juga memperoleh tambahan US$282 juta. Ini membuat total kekayaannya bertambah jadi US$6,8 miliar melalui berbagai proyek bisnis dan token crypto yang sempat melonjak. #ElonMuskTalks #crypto #DailyNews #AI $USDT
Tekanan Jual Investor Jangka Panjang Berakhir, Bitcoin Senilai Rp134 T Telah Diborong
Investor jangka panjang atau long-term holder Bitcoin (BTC) mulai menunjukan fase akumulasi atau pembelian. Tercatat, ada 91.507 BTC bernilai US$8.050.405.190 atau sekitar Rp134,9 triliun yang telah diborong dalam 5 hari terakhir, menurut data CheckOnChain.
Peristiwa ini mencerminkan tekanan penjualan para pelaku pasar jangka panjang Bitcoin mulai berakhir dan mengakhiri catatan panjang penjualan.
Diketahui, penjualan besar-besaran para investor jangka panjang terjadi sejak 10 November lalu. Kala itu, Bitcoin mulai mengalami penurunan panjang hingga saat ini usai mencapai titik tertingginya sebesar US$126 ribu.
Sebagai informasi, sepanjang tahun 2025 para whale telah membuang sekitar 161 ribu Bitcoin bernilai hampir US$15 miliar atau Rp251,3 triliun. Hal ini membuat pasar crypto mengalami koreksi cukup panjang selama dua kuartal terakhir. #DailyNews #StrategyBTCPurchase #CPIWatch $BTC
*Features | Bursa Buatan Bocah 16 Tahun Kehilangan 99.000 Bitcoin, Kini Nilainya Rp146,5 Triliun*
Zhao Tong, remaja berusia 16 tahun asal China, terpesona oleh ide uang digital tanpa batas. Hal inilah yang memotivasi Zhao menciptakan Bitcoinica, bursa crypto pertama dengan fitur margin trading.
Bitcoinica dengan cepat menjadi sangat populer dan memproses volume besar. Namun, keterbatasan pengalaman, sistem keamanan yang lemah, dan tekanan pribadi membuatnya menjual platform tersebut.
Meski upaya perbaikan dilakukan oleh pemilik baru, Bitcoinica tetap diretas berulang kali pada 2012, menyebabkan hilangnya sekitar 99.000 BTC, termasuk milik investor besar.
Ini menghancurkan reputasi Zhao dan menjadi salah satu kerugian terbesar dalam sejarah crypto, sekaligus meninggalkan pesan kuat bahwa tanpa keamanan yang serius dan pengelolaan aset yang baik, inovasi secanggih apa pun bisa berakhir sebagai bencana.