Kalau kamu masih pemula seperti saya, modalmu kecil, dan ingin mulai trading, kamu harus memahami salah satu alat trading yang paling penting: candlestick Jepang.
Apa saja bagian dari sebuah candle?

Tubuh (BODY)
Setiap candle mewakili periode waktu sesuai timeframe yang dipilih, bisa satu jam, satu hari, atau lainnya. Tubuh candle adalah jarak antara harga pembukaan dan harga penutupan sesuai timeframe yang dipilih. Semakin besar tubuhnya, semakin kuat momentumnya.
Sumbu atas (UPPER WICK)
Garis yang berada di atas badan candle. Ini adalah puncak (high), yaitu harga tertinggi yang dicapai candle.
Sumbu bawah (LOWER WICK)
Garis yang berada di bawah badan candle. Ini adalah titik terendah (low), yaitu harga terendah yang dicapai candle.
Jenis-jenis candle:
Candle hijau naik

Artinya pembeli sedang menguasai pasar: tekanan beli
Candle merah turun:

Artinya penjual sedang menguasai pasar: tekanan jual
Rahasia sumbu candle — poin terpenting!
Sumbu panjang adalah pesan dari pasar:
👉 Sumbu bawah yang panjang di titik terendah = penolakan terhadap harga rendah = sinyal potensi kenaikan
👉 Sumbu atas yang panjang di puncak = penolakan terhadap harga tinggi = sinyal potensi penurunan
👉 Candle tanpa sumbu = kekuatan besar dalam satu arah
4. Bagaimana saya menggunakannya sebagai pemula dengan modal
1. Jangan masuk di tengah candle besar. Tunggu candle konfirmasi kecil setelahnya
2. Selalu pasang stop loss di bawah sumbu bawah candle yang kuat, bukan di bawah badannya
3. Pada awalnya, berlatihlah hanya di timeframe H1 dan M15
Kesimpulan: Candle adalah kisah pertarungan antara pembeli dan penjual. Badannya menunjukkan siapa yang memenangkan pertarungan, sedangkan sumbunya menunjukkan di mana harga ditolak.---
Apakah penjelasannya jelas? Candle mana yang paling membingungkanmu? Tulis di kolom komentar 👇
