Pukul 00.41🌙, tulisan ini untuk kamu yang belum tidur.

Begadang di dunia kripto cuma punya dua keadaan:
menatap grafik K, menunggu “siapa tahu”;
menatap aplikasi pesan-antar makanan, menunggu “siapa tahu” yang lain—siapa tahu makanan tengah malam ini bisa menghiburku.

Aku menemukan satu pola: makin seru pergerakan pasar, makin absurd pesanan makanan tengah malam.
Harga naik, menghadiahi diri sendiri dengan makanan enak: pesanan ini ditraktir pasar.
Harga turun, melampiaskan kesedihan lewat nafsu makan: uangnya memang belum dapat, tapi makan tetap harus.
Harga bergerak mendatar, malah makin harus makan sesuatu, kalau tidak, begadang ini jadi sia-sia.

Kurir makanan pun sudah mengenaliku. Terakhir kali dia bilang, “Kak, pesananmu kali ini dua jam lebih larut dari sebelumnya.”
Kataku, “Mau bagaimana lagi, kalau grafik K belum tidur, aku juga belum tidur.”

Sejujurnya, begadang bukan karena grafik K begitu indah, tapi karena tiga kata “siapa tahu” ini benar-benar bikin galau—siapa tahu malam ini pasar berbalik arah, siapa tahu aku ketinggalan kalau tidur. Tapi setelah bertahun-tahun mengamati, pergerakan pasar yang memang akan datang tidak akan memberimu keuntungan lebih hanya karena kamu begadang dua jam lebih lama, dan yang memang akan pergi juga tak akan berhenti hanya karena kamu terus menatapnya. Tubuh adalah satu-satunya posisi yang tidak akan pernah terkena likuidasi. Jangan gunakan itu untuk menambah leverage.

Coba cerita, apa pesanan makanan tengah malam paling absurd yang pernah kamu pesan saat memantau pasar?

(Cerita orisinal)