Tepat satu tahun lalu, pada 10 Oktober 2025, pasar mata uang kripto mengalami peristiwa deleveraging paling dahsyat dalam sejarahnya. Hanya dalam hitungan menit, pasar derivatif yang terlalu panas berbenturan dengan kenyataan makroekonomi, memicu likuidasi berantai yang mencengangkan senilai $19 miliar. Lebih dari 1,6 juta trader menyaksikan portofolio mereka lenyap dalam siklus likuidasi tanpa henti.

Saat kita memperingati hari jadi Flash Crash 10/10, inilah saatnya mengulas apa yang terjadi, melihat bagaimana infrastruktur pasar saat ini dibandingkan dengan Jumat kelam itu, dan mengevaluasi apa yang mungkin terjadi sepanjang sisa bulan Oktober ini.


⏱️ Anatomi Kehancuran: Hari Saat Pasar Runtuh

Beberapa hari sebelum kehancuran, sentimen pasar benar-benar euforia. $BTC telah mencetak rekor tertinggi baru di atas $126,000, sementara trader ritel maupun institusional ramai-ramai mengambil posisi bullish dengan leverage ekstrem demi membidik level $200k+. Open interest berada di level tertinggi sepanjang masa. Pasar ibarat tumpukan bahan bakar yang menunggu percikan api.

Percikan itu muncul pada malam 10 Oktober, ketika berita politik tersebar. Pengumuman tarif 100% atas barang impor dari Tiongkok langsung memicu kepanikan makro. Dalam rentang 25 menit, rangkaian likuidasi brutal pun terjadi:

  • Bitcoin ($BTC) anjlok sekitar 14–16%, dari di atas $122,000 langsung ke $105,000.

  • Ethereum ($ETH) turun lebih dari 21% dalam sehari, merosot ke 3,435 USDT.

  • Solana ($SOL) ambruk 23.6% ke $168.

  • Kekacauan Altcoin: Altcoin utama anjlok 40% hingga 70%, sementara sejumlah aset tertentu mengalami penurunan terisolasi yang katastrofis, lebih dari 90%, di bursa spot karena buku pesanan benar-benar kosong setelah para pembuat pasar menarik penawaran beli mereka.

Ini menjadi peringatan keras yang membuktikan bahwa faktor makro dan politik dapat seketika mematahkan model siklus halving empat tahunan tradisional.


📊 Dulu dan Sekarang: Kisah Dua Kumpulan Likuiditas

Dua belas bulan kemudian, struktur pasar yang mendasarinya memperlihatkan perbedaan besar antara aset digital utama dan pasar altcoin secara keseluruhan.

Saat ini, modal institusional terkonsentrasi kuat pada aset-aset utama. BTC dan ETH telah sepenuhnya memulihkan kedalaman buku pesanannya—artinya, keduanya mampu menyerap pesanan besar tanpa ambruk—sementara altcoin mengalami pengikisan modal yang berkomitmen secara bertahap. Para investor jelas beralih ke aset yang lebih aman, membuat lanskap altcoin menipis dan rentan terhadap volatilitas yang terisolasi.


🔮 Hal yang Perlu Diantisipasi untuk Sisa Oktober

Apakah kita sudah melewati masa sulit? Belum sepenuhnya. Baru minggu ini, gelombang likuidasi akibat leverage yang mendadak menghapus posisi senilai $1.1 miliar, sempat menyeret BTC turun ke level $80,000 sebelum minat beli yang dinamis mendorongnya kembali ke sekitar $82,600.

Meski peristiwa likuidasi senilai $1.1 miliar ini 17 kali lebih kecil daripada bencana 2025, peristiwa tersebut menjadi pengingat nyata bahwa produk derivatif berleverage masih tetap ada. Ayunan harga ekstrem masih menjadi kenyataan yang berulang.

Selama sisa bulan ini, pantau arus ETF dan data open interest dengan cermat. Karena volume spot masih jauh lebih rendah dibandingkan tahun lalu, penemuan harga jangka pendek masih bergantung pada pasar derivatif. Kelola risiko Anda, minimalkan leverage, dan perhatikan berita makro—karena bayang-bayang 10/10 masih menghantui buku pesanan.


$BTC $ETH $SOL

BTC
BTC
83,482.84
+0.70%

ETH
ETH
2,518.93
-0.48%

SOL
SOL
107.73
-1.17%


#CryptoCrash #MarketAnalysis #Bitcoin #TradingRisk #Deleveraging