Pasar Logam Bergerak Berbeda: Emas Pulih dan Tembaga Menguat Didukung Kekhawatiran Pasokan.

🥇 Emas mengakhiri pekan 5–9 Oktober di sekitar $4,194/oz, naik sekitar 1,3% setelah menyentuh level terendah dalam dua bulan. Perak juga pulih ke sekitar $60.8/oz, tetapi tetap lebih volatil dibandingkan emas.

📉 Pemulihan emas didukung oleh imbal hasil US Treasury yang mereda, harga minyak yang lebih rendah, dan aksi beli saat harga turun setelah koreksi baru-baru ini. Namun, dolar AS yang kuat dan ekspektasi pengetatan Fed lebih lanjut terus membatasi potensi reli berkelanjutan.

🏦 Permintaan investasi tetap menjadi sumber dukungan utama. Menurut World Gold Council, ETF emas global menarik sekitar $10 miliar pada September, sehingga total kepemilikan mencapai rekor 4,256 ton. Arus masuk ini menunjukkan bahwa permintaan akumulasi tetap tangguh meskipun terjadi volatilitas jangka pendek.

🏭 Tembaga LME mengakhiri pekan di sekitar $14,541 per ton, naik sekitar 2%. Aksi mogok di tambang Centinela, Chile, memicu kekhawatiran pasokan, sementara permintaan impor Tiongkok membaik setelah libur Golden Week. Persediaan LME yang menurun dan premi tembaga Yangshan yang mencapai level tertinggi dalam empat tahun semakin menegaskan ketatnya pasokan regional.

🔩 Kinerja logam industri lainnya beragam. Timah dan seng pulih pada sesi perdagangan terakhir, sementara aluminium dan nikel masih menghadapi tekanan akibat kapasitas produksi dan ketidakpastian permintaan.

🔎 Pasar memasuki pekan baru dengan perbedaan yang jelas antara logam mulia, yang tetap sensitif terhadap dolar AS dan imbal hasil Treasury, serta logam industri, yang lebih dipengaruhi langsung oleh pasokan dan permintaan fisik. Data CPI AS pada 14 Oktober dan perkembangan pasokan tembaga Chile akan menjadi faktor penting untuk dicermati.

#MetalsMarket $XAUt $XAG $XCU