
Perusahaan terafiliasi DWF Labs, DWF Maas dan Falcon Digital, telah mengajukan gugatan senilai $141 juta terhadap BitGo di Pengadilan Tinggi London.
Kedua perusahaan tersebut menuduh BitGo mentransfer token FF dan ESPORTS yang masih terkunci ke bursa sekitar dua bulan sebelum jadwal pembukaannya.
Dua perusahaan yang terafiliasi dengan market maker DWF Labs, DWF Maas dan Falcon Digital, telah mengajukan gugatan senilai $141 juta terhadap kustodian kripto BitGo di Pengadilan Tinggi London. Gugatan ini berpusat pada tuduhan yang sederhana tetapi serius: BitGo menjual token yang seharusnya disimpan berdasarkan pembatasan penguncian yang telah disepakati, sebelum pembatasan tersebut berakhir.
Perjanjian yang dimaksud adalah transaksi token OTC yang melibatkan token Falcon Finance (FF) dan ESPORTS. Berdasarkan ketentuannya, BitGo menerima harga diskon dengan imbalan menyetujui masa penguncian selama tiga bulan, yang kemudian diikuti pelepasan vesting secara bertahap. Para penggugat menuduh BitGo mentransfer token tersebut ke bursa sekitar dua bulan sebelum jadwal pembukaan pertama, yang secara langsung melanggar kesepakatan.
Menurut gugatan tersebut, penjualan Falcon Finance membanjiri pasar yang tipis dengan likuiditas terbatas dan kepemilikan terkonsentrasi. Lonjakan pasokan yang beredar secara tiba-tiba menekan harga token. Penjualan itu juga mengurangi nilai kepemilikan DWF yang tersisa—tepat seperti yang hendak dicegah oleh masa penguncian.
DWF menyatakan dalam gugatannya bahwa tidak ada alasan kontraktual yang membenarkan transfer atau penjualan tersebut. Selain itu, menurut para penggugat, masa penguncian secara khusus dimaksudkan untuk memberi DWF waktu meluncurkan produk dan membangun likuiditas selama periode pembatasan. Namun, masa tersebut berakhir lebih cepat.
Konteks yang Lebih Luas Seputar BitGo
Gugatan ini bukan satu-satunya persoalan hukum yang dihadapi BitGo. BitGo juga terlibat dalam sengketa terpisah dengan Galaxy Digital terkait kesepakatan akuisisi senilai $1,2 miliar yang dibatalkan, serta gugatan class action sekuritas federal yang diajukan pada Juni 2026. Tekanan hukum yang kian menumpuk menimbulkan pertanyaan mengenai kerangka kepatuhan perusahaan dan penanganannya atas pengaturan kustodi institusional.
BitGo menolak berkomentar mengenai gugatan DWF. Selain itu, pengadilan belum memutuskan kebenaran tuduhan tersebut, dan BitGo berkesempatan untuk mengajukan pembelaan. Tidak ada tanggal sidang atau nomor perkara yang dicantumkan dalam materi yang ditinjau.
Apa Arti Kasus Ini bagi Industri?
Perjanjian token OTC berbeda dari transaksi di bursa pada umumnya. Perjanjian ini mencakup diskon yang dinegosiasikan secara privat, pengaturan penyelesaian, dan pembatasan kontraktual atas penjualan kembali. Semua itu dirancang untuk mengelola dampak pasar dari alokasi besar kepada institusi, terutama di pasar dengan likuiditas rendah.
Selain itu, ketika pembatasan tersebut diduga diabaikan, dampaknya bukan hanya finansial; hal itu juga merusak kepercayaan yang diandalkan para pelaku institusional saat memasuki transaksi token privat.
Kasus DWF vs BitGo menjadi pengingat bahwa jadwal vesting dan pembatasan transfer yang dapat ditegakkan bukan sekadar formalitas hukum. Selain itu, di pasar yang tipis dengan kepemilikan terkonsentrasi, keduanya merupakan landasan utama stabilitas harga selama tahap awal distribusi token.
Sorotan Pasar Kripto
Binance Menghentikan Delapan Layanan di Brasil Saat Aturan Kripto Baru Berlaku pada Oktober