Poin Penting
Bitcoin turun lebih dari 2% ke sekitar $84.200 pada Rabu setelah diperdagangkan di dekat $86.500 pada Selasa.
BTC masih berada dalam rentang terbarunya, yakni $83.000–$87.000, sehingga struktur bullish bertangga yang lebih luas tetap utuh.
Penurunan berkelanjutan di bawah $82.000–$83.000 dapat membatalkan pola tersebut dan kembali mengarahkan perhatian ke $80.000–$81.500.
FxPro melihat $84.000 sebagai level support jangka pendek yang lebih dekat, sementara $80.000 berpotensi menjadi target jika level tersebut ditembus.
Bitcoin turun mendekati $84.200 pada Rabu, tetapi penurunan tersebut belum menembus struktur harga bullish yang lebih luas dan terbentuk sejak Juli.
Menurut CEO Giottus Vikram Subburaj, penurunan Bitcoin pada 7 Oktober tidak membatalkan tren “bertangga”, yang ditandai periode konsolidasi sideways yang diikuti pergerakan tajam ke rentang perdagangan yang lebih tinggi.
Reli Bitcoin Bertangga Tetap Utuh
Bitcoin diperdagangkan di kisaran sekitar $62.000–$67.000 dari pertengahan Juli hingga 18 Agustus, sebelum naik 21% dalam tiga hari.
Rentang berikutnya terbentuk di sekitar $76.000–$81.500, diikuti reli 6,6% antara 19 September dan 21 September.
BTC sejak itu membentuk rentang lebih tinggi lainnya di sekitar $83.000–$87.000.
Menurut Subburaj, bertahan di level $83.000 akan menunjukkan bahwa para penjual masih belum mampu mendorong Bitcoin kembali ke rentang perdagangan sebelumnya.

$83.000 Menjadi Level Support Utama Bitcoin
Struktur bullish akan mendapat tekanan lebih besar jika Bitcoin menembus batas bawah rentang saat ini.
Subburaj mengatakan bahwa pergerakan berkelanjutan di bawah $82.000–$83.000 dapat menandakan bahwa penembusan pada September telah gagal dan membuat level $80.000–$81.500 kembali berpeluang dicapai.
Kepala analis pasar FxPro Alex Kuptsikevich mengidentifikasi $84.000 sebagai level support terdekat, seraya memperingatkan bahwa penurunan di bawahnya juga dapat membuka jalan menuju $80.000.
Bitcoin diperdagangkan di sekitar $84.300 pada saat laporan ini dibuat.
