Semakin sering bertransaksi, semakin sering pula kalimat ini menamparmu.

Pada akhirnya dalam trading, yang dibandingkan bukan siapa yang paling tepat membaca pasar, melainkan siapa yang bisa menahan tangan.

Saat sinyal belum muncul kamu nekat masuk, saat melawan tren kamu masih keras kepala bertahan—kalau dipikir sederhana, kamu sedang menerobos lampu merah.

Sistem trading itu jalur jalan, kamu adalah pengemudi—kalau tidak patuh aturan lalu lintas, pasar akan mengajarimu dengan keras.

Daripada mencari satu indikator lagi, lebih baik ubah satu aturan menjadi ingatan ototmu.