Bagaimana jika layanan terdesentralisasi BitTorrent dapat mengubah pendapatannya sendiri menjadi mekanisme berulang untuk mengurangi suplai $BTT?

Itulah gagasan di balik program buyback dan burn BTT baru dari @BitTorrent.
Model ini menciptakan satu siklus sederhana:
Pendapatan → Buyback → Burn → Suplai beredar berkurang
Begini cara kerjanya.
𝗣𝗢𝗞𝗢𝗞 𝗣𝗘𝗡𝗗𝗔𝗣𝗔𝗧𝗔𝗡 𝗨𝗧𝗔𝗠𝗔
Mulai Q3 2026, BitTorrent mengatakan 100% pendapatan yang dihasilkan oleh layanan terdesentralisasinya akan dialokasikan untuk buyback BTT per kuartal. Program ini dirancang untuk menggunakan pendapatan operasional, bukan cadangan dana perbendaharaan atau penggalangan dana baru.
Kemudian, BTT yang dibeli dikirim ke alamat burn, sehingga token-token tersebut dihapus secara permanen dari peredaran.
𝗗𝗜 𝗠𝗔𝗡𝗔 𝗞𝗔𝗛 𝗣𝗘𝗠𝗔𝗡𝗚 𝗞𝗘𝗕𝗨𝗧𝗨𝗛𝗔𝗡𝗬𝗔 𝗠𝗨𝗡𝗖𝗨𝗟?
Di sinilah mekanismenya menjadi semakin menarik.
Ekosistem layanan terdesentralisasi BitTorrent mencakup layanan seperti BitTorrent Speed, sementara BTTInferGrid diharapkan menambahkan inferensi AI terdesentralisasi sebagai layanan lain yang menghasilkan pendapatan.
Jadi potensi siklusnya adalah:
→ Lebih banyak layanan terdesentralisasi
→ Lebih banyak penggunaan nyata
→ Lebih banyak pendapatan layanan
→ BTT tambahan yang dibeli
→ BTT tambahan yang dibakar
𝗨𝗝𝗜 𝗔𝗠𝗔𝗡𝗔𝗡 𝗥𝗘𝗔𝗟 𝗣𝗘𝗥𝗧𝗔𝗠𝗔
Q3 2026 adalah periode awal untuk batch pertama buyback.
Burn dan pengungkapan yang terkait dijadwalkan pada pertengahan Oktober 2026. BitTorrent mengatakan laporan itu akan mencakup:
→ Total BTT yang dibakar
→ Persentase dari total suplai yang terdampak
→ Hash transaksi on-chain
Transparansi itu penting karena komunitas tidak harus hanya mengandalkan pengumuman. Pembakaran bisa dicek di blockchain/on-chain.
Dan ada perbedaan penting:
Programnya telah diumumkan, tetapi jumlah pembakaran akhir untuk Q3 masih belum diketahui.
Angka itu akan bergantung pada pendapatan layanan terdesentralisasi yang benar-benar dihasilkan selama kuartal tersebut.
𝗚𝗔𝗠𝗕𝗔𝗥 𝗕𝗘𝗦𝗔𝗥
Bagian yang menarik bukan sekadar kata “burn/pembakaran”.
Ini adalah hubungan antara aktivitas jaringan dan ekonomi BTT.
Jika layanan terdesentralisasi menghasilkan pendapatan yang lebih besar, dana buyback berpotensi menjadi lebih besar.
Jika pendapatan itu terus berlanjut di kuartal-kuartal berikutnya, mekanismenya juga dapat terus berjalan.
Itu membuat pertanyaan jangka panjang menjadi jauh lebih besar daripada “berapa banyak BTT yang dibakar?”
Pertanyaan sebenarnya adalah:
Seberapa banyak aktivitas ekonomi yang dapat dihasilkan oleh infrastruktur BitTorrent yang terdesentralisasi dari waktu ke waktu?
Pada akhirnya, itulah yang akan menentukan seberapa bermaknanya model buyback-and-burn ini.