#solanagovernancevotetodoubledeflationrate
šŖ Tokenomics Solana Bisa Segera Mengalami Perubahan
Perubahan besar dalam kebijakan moneter Solana kini sedang diperdebatkan, dengan para validator mempertimbangkan sebuah usulan yang dapat mempercepat perjalanan jaringan menuju inflasi yang lebih rendah.
Usulan tersebut akan meningkatkan tingkat disinflasi tahunan Solana dari 15% menjadi 30%, artinya jaringan dapat mencapai batas inflasi jangka panjang 1,5% jauh lebih cepat dibanding jadwal saat ini.
Ada juga usulan terpisah yang menargetkan pembakaran (burn) SOL yang berpotensi meningkatkan secara signifikan jumlah token yang dikeluarkan dari peredaran.
Itu membuat ini lebih dari sekadar perubahan parameter teknis.
Potensi kelebihannya: penerbitan (issuance) yang lebih rendah dapat mengurangi dilusi jangka panjang dan berpotensi meredakan sebagian tekanan jual yang terkait dengan SOL yang baru diterbitkan.
Tukarannya: inflasi yang lebih rendah juga berarti emisi staking yang lebih rendah dari waktu ke waktu. Para validator dan staker harus menyesuaikan diri dengan jaringan di mana imbalan lebih bergantung pada aktivitas nyata dibandingkan pada penerbitan token.
Dan di sinilah perdebatan sesungguhnya.
Solana harus menyeimbangkan dua tujuan yang saling bertentangan: membuat SOL kurang inflasioner sambil tetap menjaga insentif staking agar cukup kuat untuk mengamankan jaringan.
Jika usulan-usulan tersebut lolos, bagian menariknya tidak hanya pengurangan SOL baru.
Melainkan apakah aktivitas jaringan dan perolehan biaya (fee) pada akhirnya bisa menanggung lebih banyak beban ekonomi yang saat ini disediakan oleh inflasi.
Apakah disinflasi yang lebih cepat memperkuat ekonomi jangka panjang SOL ā atau justru pemotongan emisi yang terlalu cepat bisa menciptakan tantangan keamanan dan staking baru?
$SOL $PROM $TUT
šŖ Tokenomics Solana Bisa Segera Mengalami Perubahan
Perubahan besar dalam kebijakan moneter Solana kini sedang diperdebatkan, dengan para validator mempertimbangkan sebuah usulan yang dapat mempercepat perjalanan jaringan menuju inflasi yang lebih rendah.
Usulan tersebut akan meningkatkan tingkat disinflasi tahunan Solana dari 15% menjadi 30%, artinya jaringan dapat mencapai batas inflasi jangka panjang 1,5% jauh lebih cepat dibanding jadwal saat ini.
Ada juga usulan terpisah yang menargetkan pembakaran (burn) SOL yang berpotensi meningkatkan secara signifikan jumlah token yang dikeluarkan dari peredaran.
Itu membuat ini lebih dari sekadar perubahan parameter teknis.
Potensi kelebihannya: penerbitan (issuance) yang lebih rendah dapat mengurangi dilusi jangka panjang dan berpotensi meredakan sebagian tekanan jual yang terkait dengan SOL yang baru diterbitkan.
Tukarannya: inflasi yang lebih rendah juga berarti emisi staking yang lebih rendah dari waktu ke waktu. Para validator dan staker harus menyesuaikan diri dengan jaringan di mana imbalan lebih bergantung pada aktivitas nyata dibandingkan pada penerbitan token.
Dan di sinilah perdebatan sesungguhnya.
Solana harus menyeimbangkan dua tujuan yang saling bertentangan: membuat SOL kurang inflasioner sambil tetap menjaga insentif staking agar cukup kuat untuk mengamankan jaringan.
Jika usulan-usulan tersebut lolos, bagian menariknya tidak hanya pengurangan SOL baru.
Melainkan apakah aktivitas jaringan dan perolehan biaya (fee) pada akhirnya bisa menanggung lebih banyak beban ekonomi yang saat ini disediakan oleh inflasi.
Apakah disinflasi yang lebih cepat memperkuat ekonomi jangka panjang SOL ā atau justru pemotongan emisi yang terlalu cepat bisa menciptakan tantangan keamanan dan staking baru?
$SOL $PROM $TUT