Penjelasan Depeg Stablecoin: Apa yang Sebenarnya Terjadi Saat Dolar Digital Menembus Batas
Stablecoin menjanjikan nilai tetap sebesar $1, tetapi USDC sempat diperdagangkan di 0,87, USDT Tether di 0,88, dan UST Terra ambruk hingga nyaris nol dalam sebuah crash yang menghapus kira-kira 40 miliar. Sejak November 2025, sebuah stablecoin DeFi bernama xUSD kehilangan lebih dari setengah nilainya dalam satu hari.
✅USDC turun ke 0,87 pada Maret 2023 setelah 3,3B cadangan Circle membeku di Silicon Valley Bank.
✅Stream Finance’s xUSD anjlok ke 0,43 pada November 2025 setelah manajer dana mengalami kerugian 93M.
✅Total pasokan stablecoin turun 14,6B dari puncaknya pada Mei 2026 sebesar 322B (per awal Agustus).
Tidak ada yang dalam kode sebuah stablecoin yang benar-benar menjaga harganya tetap di $1, artinya patokan itu pada dasarnya hanyalah janji ekonomi: penerbit menyatakan setiap token dapat ditebus menjadi satu dolar nyata, dan arbitrase akan mengurus sisanya.
Jika USDT diperdagangkan di 0,99, trader profesional membelinya dengan diskon lalu menebusnya ke Tether seharga 1,00, mengantongi selisihnya, dan mendorong harga pasar kembali naik.
Sebaliknya, jika diperdagangkan di atas $1, mereka menerbitkan token baru tepat sebesar $1 dan menjualnya. Harga pasar akan “terpatok” hanya karena mesin penebusan itu diyakini bekerja.
Dalam praktiknya, mesin penebusan memiliki pintu yang sempit. Tether, misalnya, mensyaratkan pelanggan yang terverifikasi dan minimum $100.000 untuk menebus langsung, sementara Circle (penerbit USDC) bekerja melalui akun institusional.
Semua pihak lain (baik pemegang ritel, protokol DeFi, maupun bursa lepas pantai) bergantung pada rangkaian arbitrageur yang memiliki akses sekaligus keberanian untuk terus membeli token diskon saat terjadi kepanikan.
Struktur inilah yang membuat depeg terjadi di layar bursa bahkan ketika penerbit tidak pernah gagal melakukan penebusan; yakni, lini pertahanan pertama patokan bukanlah cadangannya sendiri, melainkan kepercayaan pihak lain.
$USDC $USDT
Stablecoin menjanjikan nilai tetap sebesar $1, tetapi USDC sempat diperdagangkan di 0,87, USDT Tether di 0,88, dan UST Terra ambruk hingga nyaris nol dalam sebuah crash yang menghapus kira-kira 40 miliar. Sejak November 2025, sebuah stablecoin DeFi bernama xUSD kehilangan lebih dari setengah nilainya dalam satu hari.
✅USDC turun ke 0,87 pada Maret 2023 setelah 3,3B cadangan Circle membeku di Silicon Valley Bank.
✅Stream Finance’s xUSD anjlok ke 0,43 pada November 2025 setelah manajer dana mengalami kerugian 93M.
✅Total pasokan stablecoin turun 14,6B dari puncaknya pada Mei 2026 sebesar 322B (per awal Agustus).
Tidak ada yang dalam kode sebuah stablecoin yang benar-benar menjaga harganya tetap di $1, artinya patokan itu pada dasarnya hanyalah janji ekonomi: penerbit menyatakan setiap token dapat ditebus menjadi satu dolar nyata, dan arbitrase akan mengurus sisanya.
Jika USDT diperdagangkan di 0,99, trader profesional membelinya dengan diskon lalu menebusnya ke Tether seharga 1,00, mengantongi selisihnya, dan mendorong harga pasar kembali naik.
Sebaliknya, jika diperdagangkan di atas $1, mereka menerbitkan token baru tepat sebesar $1 dan menjualnya. Harga pasar akan “terpatok” hanya karena mesin penebusan itu diyakini bekerja.
Dalam praktiknya, mesin penebusan memiliki pintu yang sempit. Tether, misalnya, mensyaratkan pelanggan yang terverifikasi dan minimum $100.000 untuk menebus langsung, sementara Circle (penerbit USDC) bekerja melalui akun institusional.
Semua pihak lain (baik pemegang ritel, protokol DeFi, maupun bursa lepas pantai) bergantung pada rangkaian arbitrageur yang memiliki akses sekaligus keberanian untuk terus membeli token diskon saat terjadi kepanikan.
Struktur inilah yang membuat depeg terjadi di layar bursa bahkan ketika penerbit tidak pernah gagal melakukan penebusan; yakni, lini pertahanan pertama patokan bukanlah cadangannya sendiri, melainkan kepercayaan pihak lain.
$USDC $USDT
