Jika Anda masih mengabaikan risiko pasokan token pada perdagangan L1/L2, berhentilah sekarang.

Para trader terobsesi dengan entry dan exit, tetapi satu insiden pasokan bisa merusak seluruh setup. Anda bisa tepat membaca chart, namun tetap saja tersandung oleh mint yang tidak berwenang, bug, atau rollback.

Lihat Harmony. $ONE sekarang sudah mengalami 3 insiden terkait pasokan yang terpisah: peretasan jembatan pada 2022 yang dikaitkan dengan Lazarus Group, bug staking pada 2023, dan kini ada masalah lain. Pada suatu titik, “peristiwa yang terisolasi” terdengar terlalu murah hati.

Untuk adilnya, para pembela akan mengatakan bahwa setiap chain memiliki risiko teknis, dan tim bisa melakukan patch, rollback, atau membatasi dampak. Namun kekhawatiran yang lebih besar adalah polanya. $WEMIX mengalami mint tidak berwenang sebesar 6,25M pada akhir Juli, dan $RVN mengalami situasi rollback-nya sendiri sehari sebelum kabar Harmony terbaru ini.

Pendapat saya: integritas pasokan sedang menjadi salah satu risiko paling undervalued (terlalu murah) dalam kripto. Jika pasar tidak bisa mempercayai penerbitan, pencatatan staking, atau kontrol mint, maka tokenomics tidak lagi sekadar teori—melainkan ancaman nyata bagi para pemegang.

Apakah para trader meremehkan risiko pasokan, atau ini hanya rasa sakit yang wajar seiring perkembangan untuk infrastruktur L1/L2?

#Crypto #Altcoins #Tokenomics