$BTC O Kamus Kelangsungan Hidup (TradFi x Kripto)
1. Likuiditas Kemudahan mengubah suatu aset menjadi uang tanpa memengaruhi harganya. Pintu keluar. Dalam kebakaran (penurunan mendadak), jika aset tidak punya likuiditas, Anda akan mati menghangus di dalam karena tidak ada yang bisa Anda jual.
2. Market Cap Kapitalisasi pasar (Harga × Jumlah koin/saham). Ukuran si makhluk. Koin-koin kecil nanik cepat naik, tapi gampang mati. Bitcoin itu berat; perlu lautan uang untuk bisa bergerak.
3. Volatilitas Intensitas dan frekuensi perubahan harga suatu aset. Detak jantung pasar. Inilah yang membuat pemula tersumbat dan membuat profesional kaya. Tanpa volatilitas, tidak ada profit.
4. Buku Penawaran Catatan elektronik (Order Book) dari semua niat beli dan jual. Radar parit. Di sinilah Anda melihat “tembok” pesanan yang tidak terlihat—tempat Para Paus menunggu untuk menyerang.
5. Spread Perbedaan antara harga beli terbaik dan harga jual terbaik. Tol gerbang tak terlihat. Ini adalah biaya tersembunyi yang membuat sekuritas atau pasar menggerogoti uang Anda setiap kali Anda masuk atau keluar dari suatu transaksi.
6. Custody Tindakan menyimpan dan melindungi aset keuangan milik nasabah. Kepemilikan yang sesungguhnya. Dalam kripto aturannya: “Not your keys, not your coins” (Jika kuncinya bukan milik Anda, koinnya bukan milik Anda). Tinggal di exchange? Anda hanya punya janji, bukan uangnya.
7. FOMO Fear Of Missing Out (Takut ketinggalan). Racun pikiran. Itu pemicu psikologis yang membuat tangan Anda gatal untuk membeli Bitcoin di puncak sejarah karena tetangga Anda bilang dia sudah kaya.
8. FUD Fear, Uncertainty, and Doubt (Ketakutan, Ketidakpastian, dan Keraguan). Tirai asap. Berita bencana yang disebarkan dengan sengaja untuk menimbulkan kepanikan dan membuat ritel menjual murah agar institusional bisa membeli.
9. Hedge Posisi investasi yang diambil untuk mengurangi atau melindungi dari risiko. Rompi anti peluru. Punya Bitcoin untuk melindungi diri dari mesin pencetak uang pemerintah, atau punya dolar untuk melindungi diri dari kejatuhan Bitcoin.
1. Likuiditas Kemudahan mengubah suatu aset menjadi uang tanpa memengaruhi harganya. Pintu keluar. Dalam kebakaran (penurunan mendadak), jika aset tidak punya likuiditas, Anda akan mati menghangus di dalam karena tidak ada yang bisa Anda jual.
2. Market Cap Kapitalisasi pasar (Harga × Jumlah koin/saham). Ukuran si makhluk. Koin-koin kecil nanik cepat naik, tapi gampang mati. Bitcoin itu berat; perlu lautan uang untuk bisa bergerak.
3. Volatilitas Intensitas dan frekuensi perubahan harga suatu aset. Detak jantung pasar. Inilah yang membuat pemula tersumbat dan membuat profesional kaya. Tanpa volatilitas, tidak ada profit.
4. Buku Penawaran Catatan elektronik (Order Book) dari semua niat beli dan jual. Radar parit. Di sinilah Anda melihat “tembok” pesanan yang tidak terlihat—tempat Para Paus menunggu untuk menyerang.
5. Spread Perbedaan antara harga beli terbaik dan harga jual terbaik. Tol gerbang tak terlihat. Ini adalah biaya tersembunyi yang membuat sekuritas atau pasar menggerogoti uang Anda setiap kali Anda masuk atau keluar dari suatu transaksi.
6. Custody Tindakan menyimpan dan melindungi aset keuangan milik nasabah. Kepemilikan yang sesungguhnya. Dalam kripto aturannya: “Not your keys, not your coins” (Jika kuncinya bukan milik Anda, koinnya bukan milik Anda). Tinggal di exchange? Anda hanya punya janji, bukan uangnya.
7. FOMO Fear Of Missing Out (Takut ketinggalan). Racun pikiran. Itu pemicu psikologis yang membuat tangan Anda gatal untuk membeli Bitcoin di puncak sejarah karena tetangga Anda bilang dia sudah kaya.
8. FUD Fear, Uncertainty, and Doubt (Ketakutan, Ketidakpastian, dan Keraguan). Tirai asap. Berita bencana yang disebarkan dengan sengaja untuk menimbulkan kepanikan dan membuat ritel menjual murah agar institusional bisa membeli.
9. Hedge Posisi investasi yang diambil untuk mengurangi atau melindungi dari risiko. Rompi anti peluru. Punya Bitcoin untuk melindungi diri dari mesin pencetak uang pemerintah, atau punya dolar untuk melindungi diri dari kejatuhan Bitcoin.