Kepala bank sentral India Sanjay Malhotra memberikan pernyataan terbaru: interoperabilitas mata uang digital bank sentral (CBDC) dan sistem pembayaran cepat di negara-negara BRICS saat ini masih berada pada tahap diskusi, belum terealisasi.

Jika dilihat dari jalur evolusi pembayaran lintas negara, BRICS memiliki skala yang sangat besar dan skenario pembayaran yang beragam. Begitu terobosan terjadi pada penyelesaian lintas negara berbasis CBDC dan jaringan pembayaran terpadu, dampaknya tidak akan hanya terbatas pada kawasan, melainkan berpotensi membentuk ulang lanskap pembayaran global. Tentu, koordinasi regulasi, standar teknis, kerangka kepatuhan, dan hal-hal sulit lainnya adalah tantangan yang tak bisa dihindari. Frasa "tahap diskusi" juga menunjukkan bahwa masih ada perjalanan panjang menuju interoperabilitas yang benar-benar terwujud.

Beberapa poin yang patut dicermati:

1️⃣ India telah membangun basis pengguna tertentu dalam uji coba CBDC, sehingga dorongan dan ritmenya akan berpengaruh langsung pada kemajuan BRICS secara keseluruhan;
2️⃣ Arah eksplorasi pada CBDC di kalangan anggota seperti Rusia dan Tiongkok berbeda-beda. Menemukan titik temu sambil tetap menghormati perbedaan dalam standar adalah kuncinya;
3️⃣ Jika pengalaman matang sistem pembayaran cepat (misalnya UPI India) dapat diekspor, hal itu akan menjadi rujukan yang realistis untuk keterkaitan CBDC.

Dalam jangka pendek, ini lebih bersifat sinyal. Namun dalam jangka menengah hingga panjang, bisa menjadi pilar lain dalam narasi de-dolarisasi. Terus pantau.

#CBDC #金砖国家 #跨境支付