Sementara para analis klasik bersetelan berpikir bagaimana menarik anak muda ke obligasi yang membosankan, statistik terbaru justru menunjukkan kejutan: sekitar 45% pengguna TradFi-Perps—future kekal (perpetual) token yang tak memiliki jatuh tempo untuk saham raksasa global, komoditas, dan logam—. Adapun produk-produk konservatif seperti staking dan flexible deposits dari Simple Earn justru memiliki permintaan yang jauh lebih rendah di kalangan mereka.
Sekilas mungkin terlihat bahwa ini hanyalah semangat membara ala remaja dan enggan mendalami analisis fundamental. Namun, jika kita buang emosinya dan melihat situasinya dari kacamata seorang pemula, fenomena ini memiliki alasan matematis yang jelas.
1. Ilusi “pendapatan konservatifnya tidak ada gunanya”
Mari jujur: jika saldo Anda $100, maka 3–5% imbal hasil per tahun di Simple Earn adalah terobosan finansial yang luar biasa—hanya saja jumlahnya sekitar $3.50 untuk seluruh tahun. Impian Wall Street buyar oleh harga secangkir kopi. Untuk modal besar, staking adalah penyelamat; untuk deposit mikro, itu hanya tempat menabung yang dibuat dengan apik.
Karena itulah generasi muda (Gen Z) secara masif masuk ke kontrak berjangka (Perps) dan aset yang ditokenisasi (RWA). Mereka mencari volatilitas dan leverage yang memungkinkan merasakan dinamika pasar bahkan dengan modal yang tidak besar.
2. Akses ke pasar global 24/7
Faktor kedua adalah kebiasaan pada antarmuka yang instan. Untuk trading saham tradisional (misalnya Nvidia atau Apple) lewat broker klasik, Anda harus melewati verifikasi yang rumit dan menyesuaikan jam kerja bursa AS. TradFi-Perps di dalam bursa kripto menyelesaikan masalah ini hanya dalam satu klik di $USDT .
3. Di mana jebakan utama itu tersembunyi?
Mengejar volatilitas tinggi dengan deposit yang kecil tentu masuk akal, tetapi di sini ada jebakan utama. Leverage (daya ungkit) tinggi tanpa pengalaman mengubah trading dari investasi yang terstruktur menjadi semacam “rolet”. Dengan leverage 20x, pergerakan harga hanya sekitar 4–5% melawan posisi (dengan memperhitungkan komisi dan margin pemeliharaan) saja sudah cukup untuk memicu likuidasi instan.
Suara akal: Memulai investasi sejak dini adalah keunggulan besar Gen Z dibanding generasi yang lebih tua. Namun, instrumennya sendiri tidak otomatis menjamin keuntungan. Entah itu perpetual futures untuk saham atau spot klasik, yang menang bukanlah mereka yang berusaha membuat x100 semalam demi tampilan cantik di media sosial, melainkan mereka yang berhasil tidak menghabiskan deposit dalam minggu pertama. Yang menghasilkan uang selalu matematika risiko, bukan keyakinan pada keajaiban.
