Orang yang naik gunung, jangan menertawakan dewa yang turun gunung.

Di pasar perdagangan, banyak orang hanya melihat kilau saat orang lain berada di puncaknya, namun sangat sedikit yang melihat berapa banyak risiko dan tekanan yang dialami sebelum seseorang berdiri di tempat yang tinggi.

Sebagai seseorang yang telah lama mengamati pasar, saya semakin merasa bahwa:

seorang trader bisa melangkah sampai ke posisi yang sangat tinggi tidak hanya berkat kerja keras.

Bakat, pemahaman, wawasan, kemampuan eksekusi, serta peluang yang dibawa oleh siklus—semuanya tidak boleh kurang.

Banyak trader top yang membuat orang kagum bukan semata karena mereka pernah menghasilkan berapa banyak kekayaan, melainkan karena di saat-saat pasar yang paling menentukan mereka berani memasang taruhan, dan berani menanggung risiko.

Namun tentu saja, tidak ada siapa pun yang bisa berdiri selamanya di puncak.

Pasar yang sedang naik tentu juga akan mengalami penarikan kembali (retracement);

ada masa yang berjalan searah angin, pasti ada juga masa berlawanan.

Bahkan jika mengalami fluktuasi yang besar, pada fase muda seseorang mampu menumpuk kekayaan yang luar biasa—hal itu sendiri tetap merupakan sesuatu yang hanya bisa dilakukan oleh segelintir orang.

Yang benar-benar layak dihormati bukan hanya mereka yang berani menyerang saat sedang untung, tetapi juga mereka yang saat menghadapi kerugian masih bisa melakukan evaluasi ulang, melakukan penyesuaian, lalu memulai lagi dari awal.

Pasar perdagangan tidak mengenal pemenang yang abadi.

Puncak hari ini bisa jadi titik awal baru besok;

gelengan terendah hari ini juga bisa menjadi awal bagi pertumbuhan berikutnya.

Jangan menertawakan orang yang turun gunung, karena kamu tidak tahu ketinggian seperti apa yang pernah ia capai.

Jangan pula mengagumi puncak siapa pun secara berlebihan, karena yang benar-benar penting adalah:

setelah melewati siklus, siapa yang masih bisa kembali duduk di meja permainan.

Sampai jumpa di puncak.#SpaceX延续跌势 $TTMI.US