Saudaraku, aku baru saja menemukan sebuah perubahan.
AI yang benar-benar mengubah—sepertinya bukan trading.
Melainkan riset.
Dulu saat melihat sebuah proyek baru.
reaksi pertama adalah:
website, whitepaper, tokenomics, pendanaan, Twitter, data on-chain…
bolak-balik puluhan halaman.
akhirnya dua jam berlalu.
proyeknya sudah naik.
Sekarang semakin banyak produk mulai menonjolkan AI di depan.
Menurutku fokusnya bukan membuat AI mengambil keputusan untukmu.
Melainkan mengompres informasi yang sebelumnya butuh dua jam untuk disusun, menjadi hanya dua puluh menit.
Sisanya, baru serahkan kepada penilaianmu sendiri.
Itulah juga alasan aku belakangan ini memperhatikan
#Velvet
.
Menurut pengungkapan dari pihak proyek, mereka sudah meluncurkan AI Copilot, dan sedang melatih model internal yang diarahkan pada skenario Crypto, dengan harapan menyatukan riset, penyusunan informasi, dan eksekusi trading menjadi satu rangkaian.
Namun, menurutku masih ada satu hal yang layak untuk terus diamati.
AI bisa meningkatkan efisiensi riset.
Tapi Alpha sering kali berasal dari informasi yang hanya terlihat oleh segelintir orang, sementara mayoritas orang tidak melihatnya.
Kalau ke depannya semua orang memakai AI yang sama.
Apakah keunggulan yang sebenarnya masih akan terus ada?
Mungkin persaingan berikutnya.
Bukan siapa yang lebih dulu memakai AI.
Melainkan siapa yang lebih piawai mengajukan pertanyaan kepada AI.
AI yang benar-benar mengubah—sepertinya bukan trading.
Melainkan riset.
Dulu saat melihat sebuah proyek baru.
reaksi pertama adalah:
website, whitepaper, tokenomics, pendanaan, Twitter, data on-chain…
bolak-balik puluhan halaman.
akhirnya dua jam berlalu.
proyeknya sudah naik.
Sekarang semakin banyak produk mulai menonjolkan AI di depan.
Menurutku fokusnya bukan membuat AI mengambil keputusan untukmu.
Melainkan mengompres informasi yang sebelumnya butuh dua jam untuk disusun, menjadi hanya dua puluh menit.
Sisanya, baru serahkan kepada penilaianmu sendiri.
Itulah juga alasan aku belakangan ini memperhatikan
#Velvet
.
Menurut pengungkapan dari pihak proyek, mereka sudah meluncurkan AI Copilot, dan sedang melatih model internal yang diarahkan pada skenario Crypto, dengan harapan menyatukan riset, penyusunan informasi, dan eksekusi trading menjadi satu rangkaian.
Namun, menurutku masih ada satu hal yang layak untuk terus diamati.
AI bisa meningkatkan efisiensi riset.
Tapi Alpha sering kali berasal dari informasi yang hanya terlihat oleh segelintir orang, sementara mayoritas orang tidak melihatnya.
Kalau ke depannya semua orang memakai AI yang sama.
Apakah keunggulan yang sebenarnya masih akan terus ada?
Mungkin persaingan berikutnya.
Bukan siapa yang lebih dulu memakai AI.
Melainkan siapa yang lebih piawai mengajukan pertanyaan kepada AI.