Pemegang Bitcoin selalu menghadapi pilihan sulit yang sama: mempertahankan kendali penuh atas BTC mereka, atau memindahkannya ke tempat lain untuk mengakses likuiditas dan peluang DeFi.

Trustless Bitcoin Vaults milik Babylon Labs mungkin menawarkan jalur yang berbeda.

Alih-alih membungkus Bitcoin, mengirimkannya melalui jembatan, atau menyerahkan pengelolaan kepada pihak ketiga, native BTC tetap terkunci langsung di jaringan Bitcoin dalam sebuah vault Taproot yang self-custodial. BTC yang sama kemudian dapat mendukung aktivitas pinjam-meminjam di Ethereum sambil tidak pernah meninggalkan rantai aslinya.

Inilah yang membuat model ini menarik.

Nilainya bukan sekadar tentang mendapatkan lebih banyak dari Bitcoin yang menganggur. Ini tentang membuat BTC menjadi berguna tanpa melemahkan kepemilikan. Setiap vault tetap terpisah, dan agunannya tidak digunakan ulang atau direhipotekasikan diam-diam di balik layar.

Namun, teknologi ini masih perlu banyak pembuktian.

Sistem bukti (proof systems), masa challenge, kompleksitas integrasi, dan tahap testnet saat ini berarti adopsi akan sangat bergantung pada keamanan, keandalan, dan pengalaman pengguna yang jauh lebih sederhana.

Pertanyaan terbesar adalah apakah pemegang Bitcoin yang kuat akan menerima tambahan kompleksitas teknis sebagai imbalan atas penghapusan risiko jembatan dan kustodi.

Jika Babylon dapat membuat proses terasa aman dan alami, agunan Bitcoin native bisa menjadi salah satu fondasi terpenting yang menghubungkan Bitcoin dengan ekosistem ekonomi DeFi yang lebih luas.

Apakah Anda akan mempercayai vault BTC native, atau tetap memilih Bitcoin versi wrapped?

@BabylonLabs_io $BANK $RE

$BABY #BABY

Apakah Anda akan mempercayai vault BTC native milik Babylon untuk DeFi?
🔐 Yes, native BTC
67%
🌉 Prefer wrapped BTC
0%
🧪 Wait for mainnet
0%
🤔 Need more proof
33%
6 Voting • Voting ditutup