#HormuzTransitsDropToThreeWeekLow
🛢️ Selat mengering dan minyak melonjak
Hanya delapan kapal kargo melintasi Selat Hormuz pada 16 Juli, level terendah dalam tiga minggu. Sebelum perang, rata-rata 125 kapal melintas setiap hari. Rute yang dilalui 20% minyak dunia sedang mengering
⚔️ Mengapa arus lalu lintas turun?
Konflik antara AS dan Iran kembali ke titik paling memanas. Militer AS membombardir Iran selama enam malam berturut-turut, menargetkan pertahanan pesisir dan sistem pertahanan udara. Iran membalas dengan rudal ke pangkalan di Yordania dan menyerang infrastruktur di Kuwait serta Qatar.
Korps Garda Revolusi Iran menyatakan tidak akan ada setetes minyak atau gas yang keluar selama serangan berlanjut. Selain itu, Iran mengancam menutup Laut Merah juga melalui sekutu Houthi di Yaman.
📊 Fakta yang menakutkan
Dari delapan kali penyeberangan, tujuh di antaranya memakai rute Iran, sehingga memusatkan lalu lintas pada koridor dengan risiko tertinggi. Pada Rabu hanya 11 kapal yang menyeberang, dan pada Kamis tidak ada supertanker maupun kapal pengangkut gas yang melintasi selat untuk hari kedua berturut-turut. Sebagian besar kapal berhenti atau berbalik arah setelah serangan dan dimulainya kembali blokade angkatan laut AS.
🛢️ Dampak pada minyak dan kripto
Brent kini berada di $85 per barel, naik 12% selama sepekan. Jika selat benar-benar ditutup, harga minyak berpotensi melonjak lebih jauh, mengerek inflasi global dan memaksa bank sentral mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama.
Minyak lebih mahal → inflasi lebih tinggi → suku bunga tinggi → likuiditas menurun → aset berisiko anjlok seperti Bitcoin.
$BTC turun lebih dari 2% menjadi $63,200**, dan $ETH turun sekitar **3.5%** menjadi **$1,820. Ketidakpastian energi telah berubah menjadi angin yang menghambat bagi kripto.
Menurutmu konflik akan meningkat lagi atau kita akan melihat gencatan senjata dalam beberapa hari ke depan? 👇
#Hormuz #Petróleo #inflación #MacroEconomia
🛢️ Selat mengering dan minyak melonjak
Hanya delapan kapal kargo melintasi Selat Hormuz pada 16 Juli, level terendah dalam tiga minggu. Sebelum perang, rata-rata 125 kapal melintas setiap hari. Rute yang dilalui 20% minyak dunia sedang mengering
⚔️ Mengapa arus lalu lintas turun?
Konflik antara AS dan Iran kembali ke titik paling memanas. Militer AS membombardir Iran selama enam malam berturut-turut, menargetkan pertahanan pesisir dan sistem pertahanan udara. Iran membalas dengan rudal ke pangkalan di Yordania dan menyerang infrastruktur di Kuwait serta Qatar.
Korps Garda Revolusi Iran menyatakan tidak akan ada setetes minyak atau gas yang keluar selama serangan berlanjut. Selain itu, Iran mengancam menutup Laut Merah juga melalui sekutu Houthi di Yaman.
📊 Fakta yang menakutkan
Dari delapan kali penyeberangan, tujuh di antaranya memakai rute Iran, sehingga memusatkan lalu lintas pada koridor dengan risiko tertinggi. Pada Rabu hanya 11 kapal yang menyeberang, dan pada Kamis tidak ada supertanker maupun kapal pengangkut gas yang melintasi selat untuk hari kedua berturut-turut. Sebagian besar kapal berhenti atau berbalik arah setelah serangan dan dimulainya kembali blokade angkatan laut AS.
🛢️ Dampak pada minyak dan kripto
Brent kini berada di $85 per barel, naik 12% selama sepekan. Jika selat benar-benar ditutup, harga minyak berpotensi melonjak lebih jauh, mengerek inflasi global dan memaksa bank sentral mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama.
Minyak lebih mahal → inflasi lebih tinggi → suku bunga tinggi → likuiditas menurun → aset berisiko anjlok seperti Bitcoin.
$BTC turun lebih dari 2% menjadi $63,200**, dan $ETH turun sekitar **3.5%** menjadi **$1,820. Ketidakpastian energi telah berubah menjadi angin yang menghambat bagi kripto.
Menurutmu konflik akan meningkat lagi atau kita akan melihat gencatan senjata dalam beberapa hari ke depan? 👇
#Hormuz #Petróleo #inflación #MacroEconomia