Beberapa tahun lalu, saya percaya desentralisasi berarti menghilangkan setiap kemungkinan aturan. Hari ini, saya berpikir desentralisasi sejati adalah tentang memberi pengguna pilihan untuk menentukan aturan yang melindungi mereka. Perubahan cara pandang itulah yang tepat menarik perhatian saya pada Newton Protocol.


Industri kripto telah mencapai sesuatu yang luar biasa. Siapa pun dapat mengirim aset ke seluruh dunia dalam hitungan detik tanpa meminta izin dari bank atau otoritas pusat mana pun. Namun, kebebasan penuh juga menghadirkan tantangan baru. Setiap hari, pengguna tanpa sengaja menyetujui transaksi berbahaya, berinteraksi dengan protokol palsu, atau melakukan kesalahan yang merugikan dan tidak bisa dibatalkan.


Sudah lama jawaban yang umum adalah, "Lebih berhati-hatilah."


Meskipun tanggung jawab pribadi itu penting, saya tidak menganggapnya cukup lagi.


Seiring berkembangnya keuangan terdesentralisasi, jutaan pengguna baru akan bergabung dengan ekosistem. Banyak di antara mereka bukanlah ahli blockchain. Mereka akan mengharapkan tingkat keamanan dan perlindungan yang cerdas seperti yang mereka alami di aplikasi keuangan modern.


Di sinilah Newton Protocol menghadirkan sebuah gagasan yang terasa sederhana sekaligus kuat.


Alih-alih menunggu sampai sebuah transaksi mencapai blockchain, Newton memungkinkan transaksi dievaluasi terhadap kebijakan yang dapat diprogram terlebih dahulu. Kebijakan tersebut dapat menjawab pertanyaan yang biasanya diabaikan oleh blockchain.


Apakah transfer ini lebih besar dari batas harian pengguna?


Apakah dompet tujuan tepercaya?


Apakah tindakan ini sesuai dengan kebijakan keamanan internal organisasi?


Apakah persetujuan lain harus diperlukan sebelum eksekusi?


Alih-alih hanya bergantung pada logika kontrak pintar, keputusan-keputusan ini menjadi bagian dari proses otorisasi itu sendiri.


Saya pikir ini mengubah cara kita memandang keuangan terdesentralisasi.


Secara tradisional, pengembang menghabiskan upaya besar untuk menulis kontrak pintar yang aman karena setiap kemungkinan skenario harus ditangani di dalam kode kontrak. Namun tidak ada kontrak yang bisa memprediksi semua risiko masa depan, preferensi pengguna, atau kebutuhan kepatuhan.


Dengan kebijakan yang dapat diprogram, keamanan menjadi jauh lebih fleksibel.


Pengembang dapat memperbarui aturan keamanan tanpa mendesain ulang seluruh aplikasi. Bisnis dapat menerapkan kontrol operasional yang sesuai dengan proses internal mereka. Pengguna individu dapat memilih level perlindungan yang sesuai dengan toleransi risiko mereka sendiri, alih-alih menerima pendekatan satu ukuran untuk semua.


Aspek lain yang saya hargai adalah Newton tidak meminta pengguna untuk membabi buta mempercayai layanan keamanan terpusat. Keputusan kebijakan didukung oleh pembuktian kriptografis, sehingga aplikasi dapat memverifikasi bahwa otorisasi dilakukan dengan benar sebelum dieksekusi. Verifikasi tetap transparan sementara keamanannya menjadi jauh lebih adaptif.


Model ini dapat bermanfaat bagi banyak bagian Web3, melampaui sekadar transfer token.


Kas DAO dapat secara otomatis menerapkan kebijakan pengeluaran.


Investor institusional dapat mengintegrasikan kebutuhan kepatuhan ke dalam operasi di-chain.


Ekosistem game dapat membatasi pergerakan aset yang tidak sah.


Agen AI yang menangani aset digital dapat beroperasi dalam batas keselamatan yang telah ditentukan, alih-alih membuat keputusan keuangan tanpa batas.


Semakin banyak saya mempelajari teknologi blockchain, semakin saya menyadari bahwa inovasi generasi berikutnya mungkin tidak hanya datang dari membuat chain yang lebih cepat. Mungkin inovasi itu berasal dari membangun infrastruktur yang lebih cerdas yang memahami bagaimana transaksi seharusnya berperilaku sebelum transaksi tersebut terjadi.

Bagi saya, Newton Protocol mewakili langkah berikutnya.

Ini tidak mengurangi desentralisasi. Ini memberi pengguna, pengembang, dan organisasi lebih banyak kendali atas cara sistem terdesentralisasi beroperasi tanpa mengorbankan transparansi atau kepercayaan.

Seiring DeFi terus matang, otorisasi yang dapat diprogram bisa menjadi sama pentingnya dengan kontrak pintar itu sendiri. Jika blockchain adalah fondasi keuangan terdesentralisasi, maka otorisasi berbasis kebijakan dapat menjadi lapisan cerdas yang membantu melindungi semuanya yang dibangun di atasnya.

@NewtonProtocol #Newt $NEWT