PERINGATAN KEAMANAN P2P: MENGHINDARI PENIPUAN "IBAN ATAS NAMA ANDA"

Taktik penipuan P2P baru yang mengkhawatirkan sedang beredar dan perlu diketahui oleh para trader. Metode ini mengandalkan social engineering untuk melewati protokol verifikasi standar.
Penipuan ini melibatkan seorang penjual yang mengklaim bahwa setelah KYC, mereka akan membuat IBAN khusus "atas nama Anda" untuk transaksi. Namun, IBAN yang diberikan sebenarnya bukan rekening bank pribadi Anda. Korban kemudian diminta untuk:

Kirim dana ke IBAN tertentu tersebut.

Masukkan nama mereka sendiri sebagai penerima.

Hal ini menciptakan celah yang berbahaya. Jika transaksi dipersengketakan, korban memiliki catatan bank yang menunjukkan transfer ke akun yang diberi label dengan nama mereka, tetapi IBAN yang mendasarinya bukan milik mereka. Jika penjual mengklaim dana tidak pernah diterima, korban menghadapi tantangan besar dalam membuktikan keabsahan transfer atau memulihkan aset.
Para trader harus menjaga praktik keamanan yang ketat untuk menghindari hal ini:

Kirim uang hanya ke rekening bank Anda sendiri yang sudah diverifikasi.

Kirim uang hanya ke rekening bank pedagang P2P yang sudah diverifikasi sebagaimana ditampilkan di platform resmi.

Abaikan klaim bahwa proses yang tidak biasa itu "normal" atau "prosedur standar".

Batalkan pesanan segera jika ada bagian dari proses yang terasa mencurigakan.

Hubungi dukungan resmi bursa jika Anda ragu tentang legitimasi instruksi.

Selalu verifikasi detail secara mandiri sebelum memulai transfer apa pun. Percayai insting Anda dan utamakan keselamatan daripada menyelesaikan transaksi.
Apakah Anda ingin saya menyesuaikan nada atau panjang postingan ini agar lebih sesuai dengan gaya halaman Anda?

#P2PScamAwareness #P2PScam