Fokus utama laporan ini adalah stablecoin. Lima stablecoin terbesar mencapai kapitalisasi pasar hampir USD 300 miliar pada Maret 2026—naik 48 persen hanya pada tahun 2025. Meskipun stablecoin hanya menyumbang sekitar 10 persen dari pasar kripto global, signifikansi ekonominya tumbuh secara tidak sebanding: Asia menyumbang sekitar 30 persen dari aktivitas perdagangan stablecoin global pada tahun 2025.

Stablecoin memainkan peran yang sangat menonjol di kawasan ASEAN—antara 2020 dan 2022, stablecoin di sana sudah mencapai setidaknya setengah dari seluruh arus kripto, proporsi yang meningkat lagi setelah penurunan pasar pada 2022. Selain perdagangan, pinjaman, dan likuiditas DeFi, OECD menyoroti pengiriman uang (remittance) sebagai salah satu penggunaan utama: di koridor pengiriman uang yang biayanya tinggi—India, Tiongkok, Filipina, Pakistan, dan Bangladesh termasuk negara penerima terbesar di dunia—stablecoin seperti Tether dapat secara signifikan menurunkan biaya dibandingkan dengan kanal tradisional. Ditambah lagi, stablecoin berfungsi sebagai lindung nilai terhadap volatilitas mata uang lokal di negara berkembang.$BTC
$ETH
$BNB