@NewtonProtocol $NEWT #newt Semua orang membahas cara membuat agen otonom menjadi lebih cerdas.
Kami membandingkan model, kemampuan penalaran, kecepatan, dan kualitas prediksi seolah kecerdasan adalah satu-satunya hal yang berdiri di antara otomatisasi saat ini dan infrastruktur masa depan.
Saya tidak yakin itu saja seluruh ceritanya.
Saat memikirkan Newton Protocol, pertanyaan lain terus menarik perhatian saya dari performa model.
Apa yang terjadi di antara sebuah keputusan dan pelaksanaannya?
Ini adalah jendela waktu yang mengejutkan kecil.
Kadang hanya detik-detik.
Kadang hanya milidetik.
Namun, jendela kecil itulah di mana konteks bisa berubah dengan tenang.
Likuiditas bergeser.
Izin berubah.
Kebijakan berevolusi.
Informasi baru muncul.
Sebuah agen bisa membuat keputusan yang sepenuhnya rasional berdasarkan informasi yang dimilikinya di awal suatu alur kerja, namun tetap berakhir menjalankan tindakan yang salah karena realitas berubah sebelum eksekusi.
Gagasan itu membuat saya memikirkan ulang otomatisasi itu sendiri.
Mungkin kecerdasan bukanlah lapisan yang layak mendapat perhatian paling besar.
Mungkin bagian paling rapuh dari sistem otonom adalah asumsi bahwa lingkungan tetap stabil sementara keputusan bergerak menuju eksekusi.
Newton Protocol memberi saya cara berpikir yang berbeda tentang asumsi itu.
Alih-alih menganggap eksekusi sebagai konsekuensi otomatis dari keputusan sebelumnya, arsitekturnya terasa dirancang untuk menghargai kenyataan bahwa konteks tidak pernah benar-benar membeku.
Protokol ini tidak hanya menanyakan apakah suatu tindakan benar saat direncanakan.
Ia mendorong kita untuk memikirkan apakah itu masih benar ketika akhirnya dieksekusi.
Perbedaan itu terdengar kecil.
Saya tidak berpikir demikian.
Seiring sistem otonom menjadi bertanggung jawab atas keputusan keuangan yang lebih besar, biaya dari asumsi yang sudah usang akan terus meningkat.
Mungkin generasi infrastruktur berikutnya tidak akan ditentukan oleh seberapa cepat AI bisa memutuskan.
Mungkin itu akan ditentukan oleh seberapa cermat sistem memastikan bahwa sebuah keputusan masih berada di masa kini sebelum mengizinkannya menjadi permanen.
Itulah yang terus terpikir dan tidak bisa saya lepaskan setelah mempelajari bagian Newton Protocol ini.
Mungkin masa depan otomatisasi yang tepercaya bukanlah kecerdasan yang lebih cepat.
Mungkin itu adalah kesadaran yang berkelanjutan.


