SanDisk, Seagate, dan Micron Technology semuanya anjlok tajam dalam beberapa hari terakhir karena para investor mulai khawatir tentang kemungkinan kelebihan pasokan pada chip memori. Dalam waktu hanya 24 jam, saham mereka turun dengan persentase dua digit, dan selama lima hari terakhir, mereka kehilangan sebagian besar keuntungan besar yang sebelumnya mereka raih di awal 2026.

Kekhawatiran utama adalah kemungkinan kelimpahan pasokan memori, yang berarti terlalu banyak chip mungkin segera tersedia di pasar. Para ahli meyakini produksi baru dari perusahaan seperti Samsung Electronics dan SK Hynix dapat meningkatkan pasokan lebih cepat daripada permintaan. Pada saat yang sama, belanja untuk infrastruktur AI mungkin mulai melambat, yang dapat menurunkan kebutuhan akan chip-chip tersebut.

Faktor penting lainnya adalah langkah yang dilakukan Meta Platforms. Perusahaan itu berencana membangun layanan cloud untuk menjual kelebihan daya komputasi AI miliknya. Para investor melihat ini sebagai tanda bahwa perusahaan-perusahaan teknologi besar mungkin tidak perlu terus meningkatkan belanja dengan kecepatan yang sama. Gagasan ini menimbulkan kekhawatiran bahwa permintaan untuk chip dan penyimpanan bisa mencapai puncaknya dalam waktu dekat.

Ada juga kekhawatiran hukum yang menambah tekanan. Pemberitaan mengenai perkara antitrust yang melibatkan Samsung, SK Hynix, dan Micron telah memunculkan pertanyaan tentang praktik penetapan harga di pasar DRAM. Hal ini membuat investor lebih berhati-hati dan turut menambah gelombang aksi jual di sektor tersebut.

Namun, tidak semua orang bersikap negatif. Sebagian analis lain masih yakin pada pertumbuhan jangka panjang pasar memori. Kinerja laba yang kuat dari Micron dan penilaian positif dari bank-bank besar menunjukkan bahwa kepercayaan belum hilang. Secara sederhana, pasar kini terbagi—sebagian melihat perlambatan akan segera terjadi, sementara yang lain meyakini ini hanya koreksi jangka pendek sebelum fase pertumbuhan berikutnya.
#SanDiskSeagateMicronSlide $SAMSUNG $DRAM