Ketika kecerdasan buatan menjadi semakin mumpuni, jaringan blockchain perlu memiliki infrastruktur yang dirancang khusus untuk aplikasi yang digerakkan oleh AI, bukan mengandalkan sistem yang dibangun untuk transaksi tradisional. Inilah salah satu alasan mengapa saya menganggap @NewtonProtocol menarik. Alih-alih hanya berfokus pada kecepatan atau biaya transaksi yang rendah, proyek ini tengah mengarah pada infrastruktur blockchain yang berpusat pada AI (AI-native) yang dapat mendukung agen cerdas, otomasi yang aman, dan eksekusi terdesentralisasi.

Peluncuran Newton Mainnet Beta merupakan tonggak penting karena memungkinkan pengembang dan komunitas untuk mengeksplorasi bagaimana gagasan-gagasan ini bekerja dalam lingkungan yang nyata. Jaringan beta bukan hanya soal menguji performa—ini juga merupakan kesempatan untuk meningkatkan keamanan, memvalidasi infrastruktur terdesentralisasi, dan mengumpulkan umpan balik berharga sebelum adopsi yang lebih luas.

Saya percaya masa depan Web3 akan bergantung pada jaringan yang dapat menggabungkan AI dengan teknologi blockchain yang transparan dan dapat diverifikasi. Jika agen AI diharapkan berinteraksi dengan aplikasi terdesentralisasi, mengelola aset digital, atau mengotomatisasi tugas-tugas di rantai, maka infrastruktur yang mendasarinya harus dapat diskalakan, andal, dan aman.

Saya akan memantau bagaimana @NewtonProtocol terus mengembangkan ekosistemnya dan bagaimana para pengembang membangun aplikasi-aplikasi baru di Newton Mainnet Beta. Inovasi membutuhkan waktu, tetapi infrastruktur yang kuat sering kali menjadi fondasi bagi generasi teknologi blockchain berikutnya.

Apa pendapat Anda tentang blockchain yang asli untuk AI dan peran yang bisa mereka mainkan dalam Web3? $NEWT #Newt