Kenapa modal kamu makin kecil justru makin rugi, rugiannya makin besar?

Karena kamu sama sekali tidak punya waktu untuk menunggu. Orang lain punya 10 juta, saat mereka menangkap satu gelombang pasar dan meraih 10%, itu jadi 1 juta. Tapi kamu hanya punya 1000. Meski naik 10 kali, 10.000 pun tetap tidak cukup untuk menutup lubang hidupmu. Akhirnya kamu hanya bisa mati-matian trading—terus mencari kesempatan, tiap hari menyerbu long dan short. Pada akhirnya, makin sering melakukan, makin rugi.

Kamu keliru mengira trading itu seperti kerja kantoran: setiap hari harus untung supaya bisa hidup.

Tapi kenyataannya, trading sering tidak menang setiap hari. Biasanya itu seperti pertarungan sekali dalam tiga tahun—sekali bertempur untuk bertahan selama tiga tahun. Saat tren datang, serang habis-habisan. Setelah pasang surut selesai, tetap di posisi kosong dan latih diri.

Di dua tahun awal, aku juga seperti kebanyakan saudara—sampai akhirnya mindsetku perlahan berubah. Baru setelah itu aku mulai pelan-pelan menghasilkan profit. Semakin sering trading, semakin percaya diri. Seperti sekarang: terus mencatat profit dan naik ke tangga Binance 7D dan 30D. Semakin tenang, semakin lancar.

Orang yang bijak menyimpan ilmu dan alat di dalam diri, baru bergerak saat waktunya tepat.

Kemiskinan yang dipaksa muncul—sulit disembuhkan seperti penyakit stadium akhir. Hanya dengan mengubah pola pikir lah kamu bisa membalikkan nasib.