*Newton Protocol:
Newton Protocol adalah lapisan infrastruktur terdesentralisasi yang dirancang untuk menghadirkan “otomatisasi yang dapat diverifikasi” ke keuangan onchain. Fokus utamanya adalah agen AI dan smart account—perangkat lunak yang dapat bertindak atas nama Anda di blockchain tanpa Anda harus menandatangani setiap transaksi secara manual. Proyek ini dibangun oleh Magic Labs, tim di balik embedded Web3 wallets yang membantu mengonversi lebih dari 50 juta wallet dan mendukung lebih dari 200.000 developer. Saat ini, pengembangan dan desentralisasi dipandu oleh Magic Newton Foundation, yang didirikan pada Oktober 2024. Protokol ini menghimpun sekitar $87 juta dari para pendukung, termasuk PayPal Ventures, DCG, dan Polygon, sehingga memberinya sumber daya untuk mengejar peta jalan yang ambisius.
Konsep utamanya adalah otomatisasi berbasis intent. Alih-alih Anda mengelola setiap swap, perpindahan yield, atau suara tata kelola satu per satu, Anda menetapkan tujuan tingkat tinggi. Misalnya: “rebalans portofolio saya jika volatilitas turun,” “kompaun reward mingguan,” atau “hanya melakukan trading pada pasangan yang stabil.” Agen otonom kemudian mengeksekusi strategi tersebut. Perbedaan kuncinya dari bot pada umumnya adalah keamanan dan akuntabilitas. Newton tidak meminta Anda menyerahkan kendali penuh atas dana Anda. Agen beroperasi dengan batasan ketat yang ditentukan pengguna. #Newtonprotocol🤑
Bagaimana tetap dapat dipercaya: TEE + ZKP $NEWT
Fondasi teknis Newton menggabungkan Trusted Execution Environments (TEE) dengan Zero-Knowledge Proofs (ZKP). TEE adalah perangkat keras yang aman dan mengisolasi serta melindungi kode saat kode tersebut dijalankan, sehingga eksekusi tidak bisa diutak-atik. ZKP adalah bukti kriptografis yang memastikan sesuatu dilakukan dengan benar tanpa mengungkap data yang mendasarinya atau logika rahasia milik Anda. Dalam praktiknya, setiap tindakan agen dijalankan di dalam TEE dan menghasilkan ZKP. Bukti tersebut bisa diperiksa di-chain oleh siapa pun. Hasilnya adalah sistem di mana keputusan yang digerakkan AI dapat diaudit dan transparan, namun algoritme pribadi serta data Anda tetap dirahasiakan.
Kontrol pengguna dengan zkPermissions
Untuk mencegah agen melampaui batas, Newton menggunakan “zkPermissions.” Ini adalah aturan granular yang bisa dicabut, dikodekan dengan sirkuit zero-knowledge. Anda dapat menetapkan kondisi seperti batas belanja, jenis aset yang diizinkan, jendela waktu, atau pemicu berbasis pasar. Misalnya, Anda bisa mengizinkan agen hanya berdagang saat volatilitas berada di bawah ambang yang ditetapkan, atau hanya selama jam-jam tertentu. Model ini disebut “scoped autonomy” (otonomi yang dibatasi). Model ini memberi Anda manfaat otomatisasi sekaligus meminimalkan risiko penyalahgunaan atau eksploitasi.
Arsitektur sekilas
Newton disusun berdasarkan tiga komponen utama. Pertama, Model Registry adalah katalog on-chain tempat model agen dan kontrak trigger-action dipublikasikan serta direferensikan. Kedua, Keystore rollup menyimpan izin dan data kebijakan pengguna secara skalabel. Ketiga, Automation Intents adalah program yang dapat dieksekusi dan aktif saat kondisi on-chain atau off-chain terpenuhi. Pemisahan definisi intent, eksekusi, dan validasi ini membuat sistem menjadi modular dan lebih mudah diaudit.
Keamanan ekonomi dengan NEWT
Keamanan tidak hanya teknis—ia juga ekonomis. Validator dan operator agen harus melakukan stake NEWT, token asli protokol. Jika mereka bertindak dengan niat jahat atau gagal menjalankan tugas, mereka dapat dikenai slashing dan kehilangan sebagian dari stake mereka. NEWT memiliki pasokan tetap sebesar 1 miliar token. Token ini digunakan untuk membayar komputasi dan gas, mengamankan jaringan melalui staking, serta berpartisipasi dalam tata kelola dan upgrade protokol. Dibandingkan platform smart contract serbaguna, Newton menargetkan biaya yang lebih rendah, performa Layer-2, dan otomatisasi lintas-chain native, yang menjadi penting saat agen perlu beroperasi di berbagai ekosistem.
Mengapa ini penting
$NEWT Saat agen AI menjadi semakin mampu, risikonya terhadap halusinasi, bug, atau perilaku yang tidak dapat diprediksi juga meningkat. Sistem tradisional tidak dibangun untuk itu. Lapisan otomatisasi verifiable milik Newton dimaksudkan untuk mengisi celah tersebut bagi keuangan dan tata kelola. Anda tetap memegang kendali atas aset Anda, agen menangani kompleksitas, dan jaminan TEE ditambah ZKP membuat setiap langkah dapat diverifikasi secara independen. Visi jangka panjangnya adalah desentralisasi bertahap: memindahkan kendali ke DAO yang dipimpin oleh pemegang NEWT saat jaringan semakin matang. @NewtonProtocol
Singkatnya, Newton Protocol berusaha membuat otomasi onchain cukup aman untuk dipercaya. Newton menggabungkan aturan yang ditentukan pengguna dengan bukti kriptografis, sehingga agen cerdas dapat mengelola modal, mengoptimalkan imbalan, dan menjalankan strategi tanpa perlu intervensi manusia yang terus-menerus.
Terima kasih 👍
