​Kecerdasan buatan sedang mengubah cara kerja uang besar. Selama bertahun-tahun, orang memperdebatkan apakah model algoritmik benar-benar bisa mengungguli pasar. Kini perdebatan itu sudah selesai. Lembaga keuangan terbesar di dunia tidak lagi sekadar bereksperimen dengan otomatisasi. Mereka memasukkannya langsung ke dalam alur kerja riset harian mereka. Data menunjukkan bahwa perusahaan yang mengelola miliaran dolar secara agresif menggunakan AI untuk menemukan peluang pasar sebelum orang lain.

​Asisten Riset Ultimate

​Adopsi teknologi baru terbesar terjadi di departemen riset perusahaan-perusahaan besar.

  • ​Patokan Baru: Sekitar 52 persen investor institusional kini terutama menggunakan kecerdasan buatan untuk tugas riset harian mereka. Data ini berasal dari survei Barclays terbaru yang memantau 410 investor pendapatan tetap.

  • ​Perhatikan: di belakang mereka, sekitar 44 persen dana lindung nilai menggunakan AI sebagai alat utama untuk memproses dan menganalisis jumlah besar data pasar yang kompleks. Mereka menggunakan model ini untuk mendeteksi tren yang tidak terlihat oleh mata manusia.

​Pemodelan dan Mengelola Risiko

​Manajer uang besar juga membiarkan perangkat lunak menangani perencanaan skenario terburuk mereka.

  • ​Pecahan Dana Lindung Nilai: Sekitar 27 persen dana lindung nilai sekarang menerapkan kecerdasan buatan khusus untuk pemodelan keuangan dan analisis risiko.

  • ​Manajer Long Only: Manajer long only tradisional bergerak sedikit lebih lambat, dengan sekitar 22 persen menggunakan teknologi ini untuk risiko.

  • ​Pemilik Aset: Kelompok yang benar-benar memiliki aset yang mendasarinya ada di bagian bawah daftar, dengan hanya 17 persen yang mempercayai AI untuk manajemen risiko.

​Batas Administratif

​Meskipun teknologinya berkembang dengan cepat, beberapa bagian dari dunia keuangan tetap menjaga agar semuanya berada dalam kendali yang ketat.

  • ​Zona Sepuluh Persen: Operasional, kepatuhan, pelaporan, dan keputusan investasi akhir masing-masing hanya menyumbang 10 persen hingga 15 persen dari penggunaan AI di seluruh kelompok keuangan ini.

  • ​Batas Pengaman Manusia: Wall Street sangat senang membiarkan perangkat lunak membaca dokumen dan mengolah data, tetapi mereka tetap menginginkan campur tangan manusia pada pemicu saat urusan kepatuhan dan penempatan modal akhir.

​Beberapa Pemikiran Acak 💬

​Perebutan informasi selalu menentukan siapa yang menang di Wall Street. Ketika lebih dari setengah investor institusional menggunakan kecerdasan buatan untuk riset, itu sepenuhnya mengubah permainan bagi trader ritel. Perusahaan-perusahaan besar ini menggunakan model untuk membaca ribuan laporan pendapatan dan transaksi blockchain dalam hitungan detik. Di ruang kripto dan DeFi, kita melihat pergeseran paralel di mana alat data onchain menjadi sesuatu yang wajib.

​Adopsi besar-besaran oleh perusahaan ini membuktikan bahwa AI bukan sekadar gimmick. Ini adalah patokan baru untuk menemukan alpha. Jika Anda masih mencoba menganalisis pasar menggunakan bagan dasar dan membaca secara manual, Anda bersaing dengan mesin yang tidak pernah tidur. Keunggulan informasi secara resmi telah berpindah ke kode.