🔒 Era post-kuantum sudah tiba!
Seperti Ripple ($XRP ) dan Stellar ($XLM ) memimpin pertahanan kripto.
Ketakutan besar di industri blockchain selalu menjadi “Hari Q”: momen ketika komputer kuantum mampu merusak kriptografi saat ini dan membahayakan jutaan dompet. Menghadapi ancaman ini, baik Ripple maupun Stellar telah mengambil langkah awal dengan rencana definitif.
🛠️ Stellar (XLM): Migrasi tanpa perubahan alamat (2026-2027)
Yayasan Stellar telah mengungkapkan peta jalan dalam tiga tahap untuk memperkuat jaringannya:
• 2026: Integrasi tanda tangan aman pasca-kuantum dalam kontrak pintar Soroban untuk akun korporat.
• 2027: Pembaruan protokol asli. Semua pengguna dapat menambahkan tanda tangan yang tahan terhadap komputasi kuantum sambil mempertahankan alamat, saldo, dan riwayat transaksi yang sama, menghilangkan gesekan dari migrasi yang rumit.
⚡️ Ripple (XRP): Perisai total untuk 2028.
Termotivasi oleh peringatan dari Google Quantum AI yang menunjukkan bahwa risiko kuantum berkembang 20 kali lebih cepat dari yang diperkirakan, Ripple telah meluncurkan rencana 4 fase untuk XRP Ledger (XRPL):
• Termasuk rencana kontingensi segera menghadapi hal tak terduga dan pengujian dengan standar algoritma NIST.
• Pada 2028, amendemen asli akan diterapkan secara global. Berkat kemampuan asli rotasi kunci dari XRPL, dana akan terlindungi dari serangan dekripsi di masa depan.
Kesimpulan: Sementara jaringan besar seperti Bitcoin atau Ethereum melirik jam kuantum (dengan jutaan BTC yang terpapar di alamat dengan kunci publik yang terlihat), XRPL dan Stellar memposisikan diri di garis depan keamanan institusional.
Agilitas kripto akan menjadi faktor kunci untuk bertahan di dekade mendatang.
#Ripple #Stellar #QuantumComputing