Ekonomi Thailand kemungkinan tumbuh dengan laju yang lebih lambat pada kuartal pertama 2026, karena permintaan domestik yang lemah dan perlambatan pariwisata terkait perang Iran membebani aktivitas keseluruhan meskipun ekspor yang kuat terkait dengan produk kecerdasan buatan.

Menurut jajak pendapat Reuters terhadap 17 ekonom yang dilakukan antara 8 Mei dan 14 Mei, ekonomi yang bergantung pada pariwisata diperkirakan akan tumbuh 2,2% tahun-ke-tahun selama kuartal Januari-Maret, melambat dari pertumbuhan 2,5% yang tercatat pada kuartal sebelumnya.

Secara musiman disesuaikan, Produk Domestik Bruto (PDB) Thailand diperkirakan hanya naik 0,1%, berdasarkan estimasi median dari delapan ekonom.

Ekonom mengatakan permintaan konsumen yang lemah tetap menjadi faktor utama yang menghambat ekonomi terbesar kedua di Asia Tenggara.

Dampak terhadap pertumbuhan kemungkinan besar akan datang dari konsumsi yang lemah dan penurunan kedatangan wisatawan,” kata Jun Hao Ng, ekonom asisten di Oxford Economics, seperti yang dikutip dalam laporan Reuters.

Konsumsi pribadi, yang telah lama menjadi pendorong utama aktivitas ekonomi Thailand, tetap tertekan akibat tingkat utang rumah tangga yang tinggi dan kepercayaan konsumen yang rapuh.

Ng mengatakan konsumsi pribadi kemungkinan melambat setelah dukungan sementara yang diberikan oleh program co-payment pemerintah berakhir pada kuartal keempat 2025.

Melambatnya permintaan domestik menambah kekhawatiran yang lebih luas seputar prospek ekonomi Thailand, terutama karena ketidakpastian eksternal terus mempengaruhi sektor-sektor kunci.

Ekonom dalam jajak pendapat Reuters mengatakan pertumbuhan kuartal kedua dapat menghadapi tantangan tambahan dari gangguan pasokan dan aktivitas pariwisata yang lebih lemah.

Setelah kuartal pertama yang kuat, pertumbuhan kuartal kedua akan menjadi cerita yang berbeda,” kata Erica Tay, direktur riset makro di Maybank.

Dampak dari gangguan pasokan pada sektor industri, pertanian, dan perikanan akan lebih jelas, begitu juga dampak dari gangguan penerbangan pada kegiatan terkait pariwisata,” tambah Tay.

Ekonomi Thailand diperkirakan akan tumbuh 1,3% pada kuartal ini, sementara pertumbuhan tahunan untuk 2026 diperkirakan rata-rata 1,6%.

Bank of Thailand baru-baru ini menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi 2026 menjadi 1,5% dari 1,9%, mencerminkan kekhawatiran yang semakin besar tentang tekanan domestik dan eksternal yang dihadapi ekonomi.

#LUNCDream

#Kriptocutrader

#jasmyrocket

#HotTrends

#GamingCoins