“Hi teman-teman, ini update terbaru tentang Plasma — salah satu proyek kripto yang paling banyak disorot akhir-akhir ini. Yuk kita simak!”
[Bagian 1: Apa itu Plasma?]
Plasma adalah blockchain Layer-1 yang dirancang khusus untuk pembayaran menggunakan stablecoin — memungkinkan transfer cepat, efisien, dan bebas biaya gas.
Token aslinya, XPL, berfungsi sebagai token utilitas dan governance bagi jaringan.
[Bagian 2: Awal yang Memikat]
Saat peluncuran mainnet pada akhir September 2025, XPL sempat melonjak — mencatat reli +113% ke level tertinggi setelah koreksi awal.
Likuiditas dan volume transaksi juga sempat tinggi: jaringan menyedot banyak dana dari pengguna dan investor.
[Bagian 3: Tekanan, Volatilitas & Kritik]
Namun sekarang Plasma menghadapi masa sulit: dalam enam minggu terakhir, nilai XPL turun drastis, kehilangan sekitar 85–90% dari puncaknya.
Penyebabnya: pasokan token yang besar, unlock token besar-besaran, dan adopsi pengguna yang jauh lebih rendah dari ekspektasi.
Tim dev menyatakan sedang bekerja memperbaiki kode, memperluas pengujian, dan membangun produk dompet & pembayaran bernama “Plasma One” — tapi update itu belum menghasilkan katalis jelas untuk memulihkan harga.
[Bagian 4: Titik Cerah & Potensi Jangka Panjang]
Meski begitu, ada sinyal bahwa ekosistem Plasma belum mati: misalnya kemarin — 27 November 2025 — proyek yield / DeFi di jaringan Plasma meluncurkan protokol baru, menerima deposito besar dan menawarkan reward XPL.
Kalau ekosistem bisa tumbuh, adopsinya bisa naik — dan tujuan awal Plasma sebagai “infrastruktur stablecoin global” masih relevan.

