🚨 Aster berhasil mencapai 1,26 triliun USD $ASTER
Sistem DEX derivatif Aster baru saja mengumumkan total volume transaksi kontrak permanen telah melampaui 1,26 triliun USD sejak diluncurkan. Hanya dalam 30 hari terakhir, angka ini menyumbang 48,3 miliar USD – menurut data dari DefiLlama.
Dengan momentum pertumbuhan ini, Aster secara resmi menegaskan posisinya sebagai Perp DEX terbesar kedua, hanya di belakang Hyperliquid. Namun, pertanyaannya adalah: Apakah Aster benar-benar dapat bersaing dengan Hyperliquid? $HYPE
Data menunjukkan gambaran yang berlawanan:
Volume transaksi: Aster memimpin dalam beberapa periode singkat, bahkan pernah menguasai hingga 70% pangsa pasar pada bulan September 2025. Namun dalam jangka panjang, Hyperliquid tetap menjadi "raja" dengan likuiditas dan kedalaman yang unggul.
Open Interest (OI): Ini adalah ukuran sebenarnya dari aliran modal yang terikat. Hyperliquid saat ini memegang lebih dari 70% pangsa pasar OI, dengan level sekitar ~9 miliar USD, jauh lebih banyak dari angka ~2,3 miliar USD milik Aster. Ini menunjukkan bahwa pengguna percaya dan memegang posisi jangka panjang di Hyperliquid, sementara aktivitas di Aster lebih bersifat rotasi jangka pendek.
Konteks pasar: Total pangsa pasar DEX sedang tumbuh cepat (dari 2% menjadi 10,2% hanya dalam dua tahun), tetapi "kue" likuiditas yang dalam masih condong ke Hyperliquid.
Jadi, apakah Aster dapat mengejutkan? Mungkin, tetapi masih banyak tantangan. Ledakan Aster menunjukkan bahwa permintaan untuk trading terdesentralisasi adalah nyata, tetapi untuk bersaing secara berkelanjutan, mereka perlu membuktikan adanya aliran modal "nyata" alih-alih hanya mengandalkan program insentif. Perlombaan Perp DEX dipastikan akan sangat menarik ke depannya.
Sistem DEX derivatif Aster baru saja mengumumkan total volume transaksi kontrak permanen telah melampaui 1,26 triliun USD sejak diluncurkan. Hanya dalam 30 hari terakhir, angka ini menyumbang 48,3 miliar USD – menurut data dari DefiLlama.
Dengan momentum pertumbuhan ini, Aster secara resmi menegaskan posisinya sebagai Perp DEX terbesar kedua, hanya di belakang Hyperliquid. Namun, pertanyaannya adalah: Apakah Aster benar-benar dapat bersaing dengan Hyperliquid? $HYPE
Data menunjukkan gambaran yang berlawanan:
Volume transaksi: Aster memimpin dalam beberapa periode singkat, bahkan pernah menguasai hingga 70% pangsa pasar pada bulan September 2025. Namun dalam jangka panjang, Hyperliquid tetap menjadi "raja" dengan likuiditas dan kedalaman yang unggul.
Open Interest (OI): Ini adalah ukuran sebenarnya dari aliran modal yang terikat. Hyperliquid saat ini memegang lebih dari 70% pangsa pasar OI, dengan level sekitar ~9 miliar USD, jauh lebih banyak dari angka ~2,3 miliar USD milik Aster. Ini menunjukkan bahwa pengguna percaya dan memegang posisi jangka panjang di Hyperliquid, sementara aktivitas di Aster lebih bersifat rotasi jangka pendek.
Konteks pasar: Total pangsa pasar DEX sedang tumbuh cepat (dari 2% menjadi 10,2% hanya dalam dua tahun), tetapi "kue" likuiditas yang dalam masih condong ke Hyperliquid.
Jadi, apakah Aster dapat mengejutkan? Mungkin, tetapi masih banyak tantangan. Ledakan Aster menunjukkan bahwa permintaan untuk trading terdesentralisasi adalah nyata, tetapi untuk bersaing secara berkelanjutan, mereka perlu membuktikan adanya aliran modal "nyata" alih-alih hanya mengandalkan program insentif. Perlombaan Perp DEX dipastikan akan sangat menarik ke depannya.