Kenaikan terbaru dari indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi di Amerika Serikat, yang mencatat 2,6% per tahun pada bulan Desember 2024, memiliki implikasi signifikan untuk pasar Bitcoin dan kriptoaset secara umum. Inti, yang mengecualikan makanan dan energi, tetap di 2,8%, yang memperkuat tekanan inflasi yang terus-menerus.

Dampak di Pasar $BTC :

1. Harapan Kebijakan Moneter Fed:

Federal Reserve harus menunda pemotongan suku bunga, karena inflasi tetap di atas target 2%. Suku bunga yang lebih tinggi umumnya mengurangi selera untuk aset berisiko, termasuk Bitcoin, karena investasi tradisional, seperti obligasi pemerintah, menjadi lebih menarik.

2. Volatilitas dalam Jangka Pendek:

Pasar Bitcoin dapat mengalami volatilitas yang lebih besar karena ketidakpastian tentang keputusan masa depan Fed. Pengumuman kebijakan moneter memiliki dampak langsung pada harga BTC, dengan pergerakan tajam segera setelah pernyataan Fed.

3. Narasi Perlindungan Terhadap Inflasi:

Meskipun ada tekanan dalam jangka pendek, Bitcoin terus dilihat oleh banyak investor institusional sebagai perlindungan terhadap inflasi. Kenaikan berkelanjutan dari PCE dapat memperkuat narasi ini, menarik investor jangka panjang.

4. Dampak pada Dolar dan Efek Silang:

Pemeliharaan suku bunga tinggi cenderung memperkuat dolar Amerika, yang secara historis memberikan tekanan pada harga Bitcoin untuk turun. Namun, jika Fed menunjukkan tanda-tanda pelonggaran di masa depan, dolar dapat melemah, menguntungkan BTC.

Kesimpulan:

Meskipun kondisi saat ini dapat menghasilkan tekanan penurunan dalam jangka pendek, Bitcoin cenderung diuntungkan dari perspektif makroekonomi inflasi dalam jangka panjang, terutama jika Fed akhirnya terpaksa mengurangi suku bunga untuk mendorong ekonomi. Volatilitas akan tetap tinggi, yang dapat mewakili baik risiko maupun peluang bagi trader dan investor.