Anak Laki-Laki yang Hanya Bisa Menatap Langit
Perhatikan gambar ini baik-baik.
Di satu sisi, ada layang-layang. Pelangi. Tawa. Anak-anak berpakaian bersih, berlari, makan, menikmati masa kecil mereka.
Di sisi lain, hanya beberapa langkah jauhnya, ada seorang anak laki-laki yang sebaya dengannya. Langit yang sama terbentang di atas mereka. Namun, tangannya tidak memegang benang layang-layang. Tangannya memegang kantong sampah. Pakaiannya robek. Kakinya berlumur lumpur. Matanya tidak melihat ke kamera—matanya tertuju pada anak-anak lainnya.
Dia tidak menangis. Dia hanya menonton. Dan keheningan itu lebih nyaring daripada tangisan mana pun.